BELITUNG, aksarapradiva.com – Ketiga Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Belitung berkomitmen untuk mengikuti dan melaksanakan seluruh tahapan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 yang damai, beretika, bermartabat dan berkualitas serta mematuhi aturan perundang-undangan yang berlaku.
Komitmen tersebut dinyatakan oleh ketiga Paslon Bupati dan Wakil Bupati Belitung melalui pembacaan naskah Deklarasi Kampanye Damai, yang dipandu oleh Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Belitung Rezeki Aris Munazar, Senin 30 September 2024, dalam acara Deklarasi Pilkada Damai di Halaman GOR Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.
Selain dengan pembacaan, komitmen tersebut juga diwujudkan dengan penandatanganan prasasti Deklarasi Pilkada Damai oleh masing-masing Paslon Bupati dan Wakil Bupati Belitung, dimulai dari Paslon nomor urut 1 yakni Djoni Alamsyah dan Syamsir, kemudian Paslon nomor urut 2 yakni Isyak Meirobie dan Masdar Nawawi, lalu Paslon nomor urut 3 yakni Hendra Caya dan Sylpana.
Sebagai saksi, Ketua Bawaslu Belitung, Ketua KPU Belitung, Pj Bupati Belitung, Ketua DPRD Belitung, Kapolres Belitung, Dandim 0414 Belitung, dan Kajari Belitung turut serta menandatangani prasasti Deklarasi Pilkada Damai tersebut.
- BERITA TERKAIT: Hadirkan Ketiga Pasangan Calon, Besok Bawaslu Belitung Gelar Deklarasi Pilkada Damai
Ketiga Paslon Bupati dan Wakil Bupati Belitung juga melakukan pose dengan bergandengan tangan sebagai bentuk kebersamaan dan kekompakkan untuk mengikuti dan melaksanakan penyelenggaraan Pilkada 2024 di Kabupaten Belitung dengan damai, beretika, bermartabat dan berkualitas sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Acara Deklarasi Pilkada Damai tersebut dihadiri, Pj Bupati Belitung, Ketua DPRD Belitung, Forkopimda Kabupaten Belitung, KPU Kabupaten Belitung, Ketiga Paslon Bupati dan Wakil Bupati Belitung, Tim Pemenangan Paslon, Pimpinan OPD terkait, Pimpinan Instansi Vertikal, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kabupaten Belitung Rezeki Aris Munazar (Aris) mengungkapkan, kegiatan Deklarasi Pilkada Damai merupakan salah satu rangkaian tugas Bawaslu Kabupaten Belitung sesuai dengan instruksi Bawaslu RI terhadap daerah yang melaksanakan Pilkada serentak tahun 2024.
“Ini merupakan momentum besar, sesuai instruksi Bawaslu RI untuk mengadakan Deklarasi Pemilihan Kepala Daerah sesuai daerah yang melaksanakan. Artinya ada 540 lebih kabupaten kota dan 36 provinsi yang melaksanakan Pilkada”, ungkap Aris, Senin 30 September 2024.
Deklarasi Pilkada Damai merupakan momentum bagi Paslon Bupati dan Wakil Bupati Belitung untuk berkomitmen mengikuti dan melaksanakan seluruh tahapan penyelenggaraan Pilkada khususnya di masa kampanye, dengan damai, beretika, bermartabat dan berkualitas sehingga terhindar dari segala bentuk pelanggaran.
“Momentum ini memberikan komitmen kepada Pasangan Calon sebagai peserta Pemilihan, dimana saat ini sudah masuk dalam tahapan kampanye. Berkomitmen untuk menjaga kondusifitas selama masa kampanye. Jadi berkampanyelah dengan gembira, berkampanyelah dengan menjual visi dan misi kepada masyarakat selaku pemilih”, sebut Aris.
Aris juga mengingatkan bahwa berkampanye dengan menjual visi dan misi, Paslon Bupati dan Wakil Bupati Belitung sudah turut serta mengedukasi masyarakat yang masuk dalam daftar pemilih, sehingga pada tanggal 27 November 2024 nanti akan menentukan pilihannya kepada salah satu peserta Pilkada 2024.
“Ada 139 Ribu lebih mata pilih di Kabupaten Belitung yang tersebar di 301 TPS, bagaimana Pasangan Calon meyakinkan pemilih melalui visi dan misi tersebut sehingga nantinya menentukan pilihannya pada tanggal 27 November 2024, untuk memilih pemimpin Kabupaten Belitung untuk 5 tahun ke depan”, ujar Aris.
- BACA JUGA: Kadivpas Tegaskan Zero Narkoba di Lapas Tanjungpandan, Terlibat Akan Ditindak Tegas Tanpa Toleransi
Sementara itu, Pj Bupati Belitung Mikron Antariksa dalam sambutannya juga mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung untuk selalu menjaga netralitas dalam penyelenggaraan Pilkada serentak tahun 2024.
“Melalui kesempatan ini saya juga berpesan kepada seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Belitung, baik itu PNS, PPPK, ataupun non PNS, honorer dan juga aparatur desa untuk selalu mengedepankan netralitas dalam Pilkada tahun 2024 ini, tentunya kami juga di awasi”, kata Mikron.
Oleh sebab itu, Mikron juga menyarankan kepada seluruh ASN di lingkungan Pemkab Belitung agar mempertanyakan segala sesuatu yang meragukan terkait dengan peraturan perundang-undangan. Selain itu, Mikron juga membuka diri jika ada laporan terkait dengan pelanggaran netralitas yang dilakukan ASN di lingkungan Pemkab Belitung.
“Apabila bapak ibu menemukan ada hal-hal yang perlu dipertanyakan, kami siap memprosesnya dan juga akan menindaklanjuti sesuai dengan laporan. Namun tetap kami menunggu laporan dari Bawaslu terhadap pelanggaran terkait dengan ASN ini, serta merujuk kepada peraturan perundang-undangan lainnya”, lanjut Mikron.
- BACA JUGA: KS Ditetapkan Sebagai Tersangka Dalam Kasus Home Industri Balok Timah di Gantung, Belitung Timur
Momen Deklarasi Pilkada Damai dengan mengusung hal-hal prinsip terkait komitmen Paslon Bupati dan Wakil Bupati Belitung untuk menjaga dan menegakkan pelaksanaan penyelenggaraan Pilkada 2024 yang damai, bermartabat, beretika dan berintegritas. Dikatakan Mikron Pemkab Belitung juga sudah melakukan mitigasi terhadap potensi pelanggaran dalam Pilkada 2024.
“Integritas di sini sangat kami tekankan karena Pilkada kita memiliki nilai-nilai untuk memilih yang terbaik saat ini, sehingga dapat membangun Belitung lebih baik lagi. Kemudian menghindari tindakan yang berpotensi pelanggaran terhadap ketentuan perundang-undangan. Kalau ragu, sebaiknya ditanyakan apakah boleh atau tidak sehingga hal-hal yang sifatnya pelanggaran dapat diminimalisir”, papar Mikron.
Mikron juga mengingatkan seluruh komponen masyarakat untuk menjaga dan mendukung kondusifitas dan ketertiban umum selama penyelenggaraan Pilkada serentak tahun 2024. Ia juga meminta jajaran Bawaslu Kabupaten Belitung bersikap tegas dalam melaksanakan tugas dan fungsi pengawasannya, khususnya di tahapan kampanye saat ini.
“Kita harus menjaga stabilitas Pilkada serentak 2024, menolak praktik politik uang, politisasi SARA, hoax dan ujaran kebencian. Ini sudah sering didengungkan oleh seluruh komponen, tapi masih sering juga terjadi, karena ini gorengan yang sering muncul ke permukaan. Jadi memang ada batasan-batasan oleh Bawaslu yang harus tegas nantinya”, pungkas Mikron. (red)

Editor : Yudi AB
Sahabat …
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online www.aksarapradiva.com, update informasinya juga selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook dan Instagram …
Kami juga memiliki Channel Youtube, Tiktok, untuk menyajikan informasi dalam format visual …
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website media kami …
Sahabat ...
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online www.aksarapradiva.com, update informasinya juga selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook dan Instagram ...
Kami juga memiliki Channel Youtube, Tiktok, untuk menyajikan informasi dalam format visual ...
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website media kami …








