BELITUNG, aksarapradiva.com – Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat, Senin 05 Mei 2025, meninjau langsung seleksi kompetensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap II tahun 2024, di Kantor Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Belitung.
Dalam arahannya, Djoni Alamsyah berharap agar para peserta seleksi tidak mendengarkan isu-isu negatif yang berkembang. Ia memastikan proses seleksi akan berjalan transparan dan akuntabel, tanpa ada pengaruh dari pihak manapun.
“Pemda menjamin seleksi ini berjalan dengan akuntabel dan transparan serta bebas pengaruh dari pihak manapun”, ungkap Djoni Alamsyah di hadapan para peserta seleksi.
Menurut Djoni Alamsyah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung tidak hanya mencari calon PPPK berdasarkan kecakapan intelektual semata, namun juga akan melihat nilai-nilai integritas dan loyalitas sebagai unsur utama yang dibutuhkan.
“Karena kita ingin mendapatkan pegawai PPPK itu, yang punya etos kerja yang tinggi, punya ketulusan untuk mengabdi bagi Belitung”, ujar Djoni Alamsyah.
Djoni Alamsyah juga berpesan kepada para peserta seleksi agar percaya akan kemampuan diri sendiri. Ia meyakini upaya yang telah dilakukan peserta, akan sejalan dengan hasil yang akan didapatkan.
Selain itu, Djoni Alamsyah juga optimis jika tenaga PPPK yang lulus nanti akan sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan Pemkab Belitung.
Di sisi lain, Kepala BKSDM Kabupaten Belitung, K.A Azhami mengatakan, seleksi PPPK tahap II tersebut diikuti sebanyak 361 peserta. Seleksinya dibagi dalam 8 sesi, yang berlangsung selama 3 hari hingga Rabu 07 Mei 2025.
Formasi tenaga guru masih tersisa sebanyak 111 yang tengah diseleksi. Untuk tenaga kesehatan ada 19 dari 43 tenaga. Formasi untuk tenaga teknis sebanyak 143 dan tersisa 8 tenaga.
“Untuk tenaga guru itu tidak banyak lagi, hanya tersisa 9 yang tenaga non PNS yang memenuhi kriteria. Dari sisa 9 itu menjadi PPPK paruh waktu. Kemungkinan ada seleksi PPPK umum tahun depan, namun kami tengah menunggu petunjuk teknis dari BKN RI”, kata Azhami.
Azhami menambahkan, terkait formasi yang menjadi prioritas nantinya yaitu berasal dari tenaga guru dan kesehatan. Sedangkan kebutuhan tenaga teknis, ia meminta pihak terkait dapat memetakan kebutuhan tersebut.
“Saat ini Pemerintah Daerah sudah bisa mengajukan seleksi secara mandiri, tanpa mengikuti jadwal dari Pemerintah Pusat. Hal ini tentunya menyesuaikan kemampuan daerah dan penganggarannya”, pungkas Azhami. (rel)
Sumber : Diskominfo Belitung
Editor : Yudi AB
Sahabat ...
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online www.aksarapradiva.com, update informasinya juga selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook dan Instagram ...
Kami juga memiliki Channel Youtube, Tiktok, untuk menyajikan informasi dalam format visual ...
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website media kami …








