Vina Sampaikan Pokir DPRD Belitung Untuk Rencana Kerja Tahun 2026, Djoni Sebut Rancangan Pembangunan Harus Perhatikan Hasil Yang Terukur

BELITUNG, aksarapradiva.com – Ketua DPRD Kabupaten Belitung Vina Christyn Ferani, Senin 17 Maret 2025, menyampaikan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Belitung tahun 2026 kepada Bupati Belitung.

Penyampaian Pokir ini dilakukan saat pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) tahun 2026, serta Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Belitung Tahun 2025 – 2029 di Kantor Bappeda Kabupaten Belitung.

Menurut Vina Christyn Ferani, Pokir Anggota DPRD Belitung tersebut nantinya akan diusulkan untuk masuk ke dalam rencana kerja Pemerintah Daerah tahun depan.

“Jadi pada kesempatan Musrenbang hari ini, kami menyampaikan pokok-pokok pikiran dari DPRD Kabupaten Belitung untuk nanti masuk ke dalam rencana kerja Pemerintah Daerah tahun 2026”, sebut Vina.

Vina mengatakan, Pokir tersebut berasal dari hasil reses dan aspirasi masyarakat yang diserap oleh anggota DPRD Kabupaten Belitung. Ia juga mengatakan, proses reses telah dilakukan di empat Daerah Pemilihan (Dapil) di Kabupaten Belitung.

“Hasil dari reses, hasil dari penyerapan aspirasi dari seluruh masyarakat Belitung dari 4 Dapil ini kami tuangkan dalam Pokir”, kata Vina.

Terkait jumlah yang disampaikan, Vina menyebut ada sekitar 200 Pokir yang disampaikan. Dari jumlah tersebut sebagian besar merupakan pembangunan infrastruktur.

“Masing-masing OPD ada, kurang lebih yang kami sampaikan ada 200 Pokir, kebanyakan memang ada di infrastruktur,” ucap Vina.

Ditambahkan Vina, salah satu target refocusing anggaran memang dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur. Ia pun berharap Pokir tersebut dapat terwujud karena merupakan keinginan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat meminta rancangan pembangunan harus memperhatikan hasil yang terukur.

“Tolong digodok dengan sungguh-sungguh, karena kita melakukan transformasi, memang sepertinya tidak lazim dilakukan Bupati ikut hadir dalam pembahasan, tapi saya minta mengukur output setiap programnya”, ungkap Djoni.

Lebih lanjut Djoni menuturkan, perlu adanya perbaikan dalam Musrenbang. Sebab, ia melihat ada sebagian usulan yang dibahas merupakan keinginan bukan berdasarkan kebutuhan.

“Maka perlu selektif lagi kita, karena jika salah perencanaan maka outputnya juga tidak maksimal”, lanjut Djoni.

Selain adanya efisiensi anggaran, dirinya juga berharap program yang dijalankan nantinya bukan sekedar jalan. Program dan kegiatan yang dihasilkan juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat. (rel)

Editor : Yudi AB


Sahabat ...
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online www.aksarapradiva.com, update informasinya juga selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook dan Instagram ...

Kami juga memiliki Channel Youtube, Tiktok, untuk menyajikan informasi dalam format visual ...
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website media kami …