BELITUNG, aksarapradiva.com – Perkebunan kelapa dengan nama Kebun Kelapa Indonesia beserta pabrik pengolahan kelapa terbesar di Asia Tenggara, akan hadir di Provinsi Bangka Belitung (Babel). Investasi besar dengan anggaran sekitar 1 triliun tersebut, akan menjadikan Provinsi Babel sebagai sentra kelapa nasional.
Hal tersebut diungkapkan Gubernur Kepulauan Babel, Hidayat Arsani usai menggelar pertemuan dengan puluhan masyarakat dari kelompok tani serta Kepala UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dari Belitung dan Belitung Timur, Sabtu 26 Juli 2025, di Wisma Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bougenville Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.
Menurut Hidayat Arsani, program penanaman kelapa beserta pembangunan pabrik pengolahan kelapa tersebut akan melibatkan pihak swasta selaku investor. Penanaman kelapa akan dilakukan secara masif dengan melibatkan masyarakat, sehingga nantinya kelapa menjadi komoditas unggulan baru di Provinsi Babel.
“Akan ada investasi besar di Bangka Belitung, namanya Kebun Kelapa Indonesia yang akan membangun pabrik pengolahan kelapa terbesar di Asia Tenggara. Jadi ke depannya, Bangka Belitung akan mendunia dengan pabrik kelapa ini”, ungkap Hidayat Arsani kepada insan pewarta.
Penanaman kelapa tersebut nantinya akan memanfaatkan lahan-lahan tidur atau lahan-lahan yang tidak difungsikan seperti Hutan Tanaman Rakyat (HTR), Hutan Tanaman Industri (HTI), dan Hutan Kemasyarakatan (HKm) yang selama ini terbengkalai.
“Lahan-lahan yang tidak berfungsi ini, bagaimana agar kita fungsikan. Sayang lahan kita tidur dan tidak dimanfaatkan. Jadi kita kelola menjadi kebun kelapa. Nanti kontraknya itu 35 tahun. Pemanfaatan IUP PT Timah juga bisa saja, yang penting tidak boleh di HL dan HP”, sebut Hidayat Arsani.
Untuk merealisasikan program tersebut, pihak investor akan menyediakan bibit kelapa sebanyak 1 juta hingga 2 juta batang. Dimana dalam 1 hektar lahan, nantinya akan dibutuhkan bibit kelapa sebanyak 180 batang.
Tentunya, program penanaman kelapa tersebut akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di Provinsi Babel. Sebab, dengan target bibit sebanyak 200 ribu batang, maka akan dibutuhkan sekitar 1 juta pekerja di Provinsi Babel.
“Masyarakat cukup menyediakan lahan, dan pihak investor akan menyiapkan bibit termasuk pupuk dan antioksidannya. Estimasinya nanti, dalam 1 hektar akan mendapatkan hasil 36 juta, mereka dapat 20 persen, jadi sekitar 5 jutaan”, terang Hidayat Arsani.
Bibit yang akan digunakan yakni bibit Kelapa Hutan atau Kelapa Alam yang sudah disortir, sehingga setelah berusia 5 hingga 6 tahun sudah bisa dipanen tergantung perawatannya. Untuk itu, masyarakat diminta segera menyiapkan perjanjian kemitraan dan legalitas dokumen atas lahannya melalui kelompok tani.
Sahabat ...
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online www.aksarapradiva.com, update informasinya juga selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook dan Instagram ...
Kami juga memiliki Channel Youtube, Tiktok, untuk menyajikan informasi dalam format visual ...
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website media kami …














