“Kelapa Alam atau Kelapa Biasa ini sudah teruji, daya tahannya hingga ratusan tahun, sawit aja kalah. Maka, mulai hari ini kita tunggu eksen masyarakat untuk 15 hari ke depan, masyarakat punya lahan, buat perjanjian kemitraannya, karena investor ini butuh legalitas lahan”, ujar Hidayat Arsani.
Selain penanaman kelapa, dalam investasi triliunan tersebut pihak investor juga akan membangun pabrik pengolahan kelapa di Pulau Bangka dan di Pulau Belitung. Sehingga nantinya, masyarakat tidak akan kesulitan untuk menjual hasil panennya.
“Ini merupakan tugas saya sebagai Gubernur untuk menyejahterakan rakyat, karena saya ini dipilih oleh rakyat. Walaupun saya kalah di Belitung, tapi itu bukan menjadi alasan untuk kesetaraan pembangunan di Babel ini”, tukas Hidayat Arsani.
- BACA JUGA: SMA Negeri 2 Tanjungpandan Gelar IHT Desain Bahan Ajar Berbantuan Koding dan Kecerdasan Artifisial
Sementara itu perwakilan pihak investor yang hadir, Wardinam mengatakan pihaknya akan berkomitmen menyediakan bibit kelapa, serta melakukan pendampingan bagi petani. Ia juga mengingatkan, agar seluruh bibit kelapa yang diberikan harus ditanam oleh masyarakat.
“Kami akan siapkan 500 ribu hingga 1 juta bibit, bekerja sama dengan kelompok tani. Seluruh bibit yang diberikan harus benar-benar ditanam dan dirawat dengan baik, karena nantinya perusahaan akan melakukan pengawasan secara langsung di lapangan”, kata Wardinam kepada insan pewarta.
Pihak investor menurut Wardinam akan menggunakan skema kerjasama dengan sistem kemitraan murni antara pemilik lahan dan perusahaan, sehingga pihak investor tidak akan melakukan pembelian lahan dari masyarakat.
“Kami tidak akan beli lahan, hanya ingin kerjasama. Dan kami ingatkan, investor menginginkan legalitas lahan yang jelas dan tidak tumpang tindih. Pihak investor juga akan menyediakan pupuk, penyuluhan, serta pendampingan teknis hingga masa panen”, papar Wardinam.
Wardinam menambahkan, pihak investor yang merupakan perusahaan swasta dengan pengalaman lebih dari 40 tahun di bidang perkebunan kelapa tersebut, ke depannya siap mendampingi masyarakat jika ingin membuka peluang lain dengan sistem tumpang sari.
“Keuntungan hasil panen akan dibagi 20 persen untuk masyarakat selaku pemilik lahan, sesuai kesepakatan. Kemudian, kalau petani mau tanam jagung di sela-sela pohon kelapa, silakan. Itu akan menambah hasil produksi petani”, pungkas Wardinam. (red)
Sahabat ...
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online www.aksarapradiva.com, update informasinya juga selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook dan Instagram ...
Kami juga memiliki Channel Youtube, Tiktok, untuk menyajikan informasi dalam format visual ...
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website media kami …








