“Iya, jadi Ayah kamu melakukan perdagangan tetapi tidak mengurus surat-surat yang seharusnya. Dan kegiatannya diketahui oleh polisi. Makanya Ayahmu dicari-cari.”
Karya Sastra
Part 8 : Mimpi Anak Pulau | By Nelly Kartins
“Kek, kelak aku nak nyarik Ayah,” ucap Sam pada Kek Karim saat ia menemani kakeknya itu ke kebun. Laki-laki tua tapi masih tetap kuat itu menoleh pada cucu kesayangannya
Part 7 : Mimpi Anak Pulau | By Nelly Kartins
“Jadi kamu anak La Harun?” tanya paman yang mengenalkan namanya dengan La Ode Tasjudin. Dia adalah kapten kapal besar yang singgah berlabuh di dermaga Pulau Seliu. Sam tersenyum. Anak itu merasa gembira mengetahui ada yang mengenal ayahnya
Part 6 : Mimpi Anak Pulau | By Nelly Kartins
Sam terjaga dari tidurnya, tenggorokannya terasa kering. Anak laki-laki itu bangkit. Tangannya mengucek matanya yang masih terasa berat. Dia melihat ke arah jam dinding
Part 5 : Mimpi Anak Pulau | By Nelly Kartins
“Bang ade Ibu Guru kan Kak Mira,” ucap Nengsih. Ternyata gadis kecil itu ikut pulang bersama Bu Retno.
“Cie cie Abang…” Nengsih meledek Sam.
Penghabisan | Karya : Wim Riani
PENGHABISAN, judul sebuah puisi yang kembali ditulis oleh Wim Riani pada beberapa hari yang lalu, tepatnya pada tanggal 07 Oktober 2022
Part 4 : Mimpi Anak Pulau | By Nelly Kartins
“Maaf, Paman. Ini kapal dari mana?” Sam menahan seorang laki-laki yang baru saja turun dari kapal yang sejak tadi mereka perhatikan. Mau naik ke kapal takut diusir disangka mau minta ikan
Part 3 : Mimpi Anak Pulau | By Nelly Kartins
“Sam ada kapal yang baru bersandar di bom!” Rahim berbisik pada Sam supaya tidak terdengar Bu Wati, guru matematika yang terkenal galak. Sam yang sedang mengerjakan soal latihan tentang penjumlahan pecahan menoleh ke arah temannya itu
Part 2 : Mimpi Anak Pulau | By Nelly Kartins
“Mak, maafkan Abang.” Sam menatap Suhana yang baru saja menutup Al-Quran yang diletakkan di atas rihal yang terbuat dari pohon kelapa buatan Kek Karim, Kakek Sam atau ayah Suhana
Part 1 : Mimpi Anak Pulau | By Nelly Kartins
“Mak! Aku dapat ikan, banyak!” teriak seorang anak laki-laki yang tampak begitu bahagia dengan hasil tangkapannya.
Anak laki-laki bertubuh kurus itu berlari menyusuri pantai kemudian berbelok ke jalan setapak menuju rumahnya, tangan kirinya menenteng tombak bermata tiga yang tadi dibawanya untuk mencari kepiting, sedang tangan kanannya menjinjing ember plastik berwarna hitam yang kini dipenuhi ikan
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.













