Untuk nilai produksi 5 tahun ke depan (setelah panen) dengan estimasi harga kelapa per butir Rp.25.000, maka total nilai produksinya 2.700 butir x Rp.25.000, yakni sebesar Rp.67.500.000 per hektar. Jika masyarakat dapat 20 persen dari hasil panen, maka hak masyarakat yakni Rp.67.500.00 x 20 persen, jadi sebesar Rp.13.500.000 per hektar.
Selain penanaman ratusan ribu hektar kelapa, investasi sebesar 1,6 triliun yang dilakukan PT Kebun Kelapa Indonesia ini juga akan membangun pabrik pengolahan kelapa di Pulau Bangka dan Pulau Belitong, yang nantinya akan mengolah berbagai produk seperti santan dan air kelapa kemasan.
Di Pulau Belitong sendiri, pabrik pengolahan kelapa tersebut akan dibangun di Kawasan Industri Suge, Desa Pegantungan, Kecamatan Badau. Pembangunan pabrik ini direncanakan pada tahun ketiga setelah penanaman pohon kelapa berjalan.
“Nanti perusahaan akan bangun pabriknya di Pegantungan, ini akan banyak menyerap tenaga kerja, bisa hampir 50 ribu orang. Nah, saya tantang tenaga kerja kita ini, mau tamat SMA, SMK, buruh, petani, semuanya”, tukas Hidayat Arsani.
Hidayat arsani juga mengapresiasi serta menyampaikan ucapan terima kasih kepada Menteri Kehutanan, yang telah menyetujui dan merestui masyarakat untuk menanam kelapa di lahan perhutanan sosial seperti HTR dan HKm, yang sebelumnya tidak boleh ditanami sawit.
Sementara itu perwakilan PT Kebun Kelapa Indonesia, Wardinam menyatakan pihaknya dalam waktu dekat akan memulai penanaman kelapa di Kecamatan Selat Nasik di lahan HTR seluas 1000 hektar dari target 50.000 hektar. Penanaman dijadwalkan pada akhir tahun yakni antara bulan Oktober hingga Desember 2025.
“Kalau semuanya sudah siap, kita langsung eksen, langsung tanam, sekarang kita masih menunggu hasil peninjauan lokasi dan kesiapan bibit. Kita inves di sini dengan bibit super, jadi harus menghasil duit untuk masyarakat dan investor. Jadi akan kita coba akhir tahun ini, mulai tanamnya itu di musim hujan”, ujar Wardinam.
Wardinam menambahkan, investasi triliunan tersebut dilakukan di Provinsi Babel dengan pertimbangan karena kondisi geografis Bangka Belitung sebagai daerah kepulauan, sangat cocok untuk kelapa dengan ketinggian ideal 3 hingga 5 MDPL.
“Tentunya sebagai daerah kepulauan, akan menghasilkan buah kelapa dengan kualitas luar biasa, apalagi kita punya bibit super. Setelah berjalan 3 tahun dan perkembangan kelapanya sudah normal, pabriknya nanti segera kita bangun. Kelapa-kelapa milik masyarakat yang sudah ada, juga akan kita tampung”, pungkas Wardinam. (red)
- BACA JUGA: SMA Negeri 2 Tanjungpandan Gelar IHT Desain Bahan Ajar Berbantuan Koding dan Kecerdasan Artifisial
Sahabat ...
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online www.aksarapradiva.com, update informasinya juga selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook dan Instagram ...
Kami juga memiliki Channel Youtube, Tiktok, untuk menyajikan informasi dalam format visual ...
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website media kami …








