Setelah bekerja serabutan di beberapa rumah makan Padang, akhirnya pada tahun 2003, pak Abok diterima bekerja sebagai tenaga hororer administrasi di Kantor Kelurahan Pangkallalang. Hingga sekarang, pak Abok masih mendedikasikan dirinya sebagai staf di kantor tersebut.
Meskipun sempat ia tinggalkan, namun kecintaan pak Abok terhadap olahraga Sepak Takraw ini tidak pernah pudar. Bahkan, ia ingin menggerakkan cabor ini agar mampu melahirkan bibit-bibit atlet baru yang nantinya memiliki prestasi membanggakan. Karena tekadnya tersebut, pak Abok memilih sebagai pelatih ektra kurikuler Sepak Takraw di berbagai SD dan SMP di Kabupaten Belitung.
Bermodalkan lisensi pelatih yang dimilikinya, pak Abok hadir mengisi kegiatan ekstra kurikuler di sejumlah sekolah. Bahkan ada beberapa sekolah yang dilatihnya, tidak dipungut bayaran atau digratiskan oleh pak Abok. Dan berkat kepiawaiannya melahirkan bibit-bibit atlet Sepak Takraw, membuat pak Abok dipanggil sebagai pelatih Tim Sepak Takraw Kabupaten Belitung.
Pada ajang Porprov Babel II tahun 2006 di Kabupaten Belitung, tim Sepak Takraw hasil besutan pak Abok menjadi salah satu cabor yang berhasil mendulang medali, serta memiliki andil dalam mengantarkan Kabupaten Belitung keluar sebagai Juara Umum pada ajang tersebut.
Kini di usianya yang tidak lagi muda, suami dari Lisgiati ini masih tetap menekuni olahraga Sepak Takraw. Setiap sore pak Abok hadir di tengah-tengah atlet Sepak Takraw Kabupaten Belitung, bertugas sebagai pelatih untuk memperkuat tim yang akan berlaga di ajang Porprov Babel VI di Bangka Barat.
Kepribadian dari sosok pak Abok yang santun serta memiliki kesabaran yang tinggi dalam melatih, membuat ia sangat disegani dan dicintai oleh para atlet Sepak Takraw Kabupaten Belitung. Namanya mungkin tidak banyak dikenal oleh kalangan masyarakat luas, namun nama pak Abok tidak asing bagi atlet Sepak Takraw Kabupaten Belitung.
“Saya hanya berharap kedepan, akan lahir atlet Sepak Takraw dari Kabupaten Belitung, yang dapat mengharumkan nama Belitung di tingkat nasional maupun internasional. Itulah kenapa hingga saat ini saya masih hadir untuk Sepak Takraw di Kabupaten Belitung, karena saya ingin melihat mimpi saya ini menjadi kenyataan di kemudian hari”, ungkap pak Abok dengan mata berkaca-kaca.
Ia meyakini dengan semangat dan kerja keras, maka cabor Sepak Takraw di Kabupaten Belitung akan menorehkan berbagai prestasi yang akan mengharumkan nama daerah. Jika itu terwujud, maka cabor Sepak Takraw akan populer dan tentunya akan menarik minat masyarakat untuk menekuninya, terutama bagi kalangan generasi muda yang ingin berprestasi di bidang olahraga.
“Kita harus mengagendakan turnamen secara rutin, karena ini merupakan cikal bakal dari lahirnya prestasi atlet. Semoga ini menjadi perhatian dari Pengkab PSTI Belitung, KONI maupun Pemerintah Daerah”, pungkas pak Abok. (red)
BACA JUGA:
- Presentasi Tenggelamnya Kapal Tek Sing Antarkan Pemkab Belitung Raih Juara 1 Stand Kreatif
- Perkuat Konsolidasi dan Samakan Persepsi, Bawaslu Belitung Gelar Rapat Fasilitasi Sentra Gakkumdu Pada Tahapan Pencalonan
- Satres Narkoba Polres Belitung Gelar Konferensi Pers Terkait Pengamanan 5 Pelaku Kasus Dugaan Penyalahgunaan Narkoba
Sahabat …
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online pradivanews.com, yang update informasinya selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook Sahabat pradivanews…
Kami juga memiliki Channel Youtube, untuk menyajikan informasi dalam format visual…
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website kami…
Sahabat ...
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online www.aksarapradiva.com, update informasinya juga selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook dan Instagram ...
Kami juga memiliki Channel Youtube, Tiktok, untuk menyajikan informasi dalam format visual ...
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website media kami …














