Menelisik Asal Usul Nama Pulau Seliu Berdasarkan Cerita, Data dan Sejarah Pada Peta

BELITUNG, aksarapradiva.com – Pulau Seliu merupakan sebuah desa yang masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung. Sebagai desa kepulauan, letak Desa Pulau Seliu tersebut di dalam peta berada di bagian selatan Pulau Belitong.

Desa Pulau Seliu memiliki luas wilayah 1.530 hektar atau 14,7 KM2. Berdasarkan data per Oktober 2021, Desa Pulau Seliu dihuni penduduk sekitar 1043 jiwa atau 353 kepala keluarga. Mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan.

Nama Pulau Seliu sudah sangat lama dikenal oleh masyarakat luas, baik itu karena keindahan pulau dan pantainya, atau karena hasil buminya, atau karena hasil lautnya, atau karena ketenaran group musiknya, atau bahkan karena pesona wajah serta keramah tamahan penduduknya.

Menurut Kepala Desa Pulau Seliu Edyar, Pulau Seliu dianugerahi tanah yang subur sehingga terdapat banyak tanaman Buah Melinjo (Baguk) yang merupakan bahan dasar pembuat emping. Pengolahan emping ini sudah dilakoni masyarakat Desa Pulau Seliu secara turun menurun.

Bisa dikatakan pada waktu itu Pulau Seliu sebagai satu-satunya daerah penghasil emping lokal, sebelum banyaknya emping yang didatangkan dari Jakarta atau dari luar Pulau Belitong. Di samping itu, Pulau Seliu juga sangat dikenal sebagai penghasil kopra dan sempat berjaya pada masanya.

“Selain emping dan kopra, Pulau Seliu ini juga dikenal sebagai daerah penghasil Buah Mangga dan Buah Cempedak. Bahkan menurut cerita, oleh Suku Sawang dulunya Pulau Seliu ini mereka sebut dengan nama Pulau Cempedak”, sebut Edyar usai momen peringatan Hari Jadi ke-128 Desa Pulau Seliu, Senin 29 Juli 2024.

Tidak hanya dikenal dengan komoditi hasil bumi semata, Pulau Seliu juga dikenal dengan komoditi hasil laut seperti berbagai jenis ikan, tripang, kepiting, udang dan gurita. Hasil laut seperti ikan segar maupun ikan asin, banyak dikirim ke luar dengan menggunakan kapal.

Kemudahan dalam pengiriman komoditi hasil bumi dan hasil laut tersebut tidak terlepas dari letak Pulau Seliu yang strategis, yakni berada di dekat perlintasan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). Hal ini membuat Pulau Seliu banyak disinggahi oleh kapal-kapal pelayaran, sehingga berdampak terhadap kemajuan Pulau Seliu.

“Banyaknya kapal yang singgah ini menjadikan Pulau Seliu sebagai pelabuhan transit. Ini membuat akses Pulau Seliu terbuka dengan kota-kota besar di Pulau Jawa, terutama dengan pelabuhan Sunda Kelapa di Jakarta. Sehingga pengiriman hasil bumi dan hasil laut menjadi sangat mudah”, kata Edyar.

Terbukanya akses dengan kota-kota besar di Pulau Jawa, juga berdampak terhadap kebudayaan masyarakat Pulau Seliu khususnya dunia hiburan musik aliran dangdut. Akses tersebut memudahkan pemusik lokal Pulau Seliu, untuk membeli sejumlah peralatan musik dari Pulau Jawa.


Sahabat ...
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online www.aksarapradiva.com, update informasinya juga selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook dan Instagram ...

Kami juga memiliki Channel Youtube, Tiktok, untuk menyajikan informasi dalam format visual ...
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website media kami …