Dijelaskannya, Filariasis disebabkan oleh cacing filaria yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk. Di Indonesia terdapat tiga spesies cacing penyebab filariasis yaitu (Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, Brugia timori). Semua nyamuk dapat menjadi vektor penular filariasis.
“Ada 2 strategi utama dalam rangka pengendalian Filariasis, yaitu pertama, menghentikan transmisi melalui Pemberian Obat Pencegahan Massal (Mass Drugs Administration = MDA). Kedua, tata laksana kasus kronis dan manajemen morbiditas untuk mencegah dan mengurangi beban individu yang terkena dampak kecacatan akibat penyakit kaki gajah”, jelasnya.
Baca Juga: Desa di Beltim Harus Miliki Perpustakaan
Upaya besar Eliminasi Filariasis di Indonesia telah dimulai dengan Pencanangan Bulan Eliminasi Kaki Gajah (BELKAGA) pada tanggal 1 Oktober 2015 oleh Menteri Kesehatan. Dengan dilaksanakannya BELKAGA diharapkan seluruh kabupaten/kota endemis filariasis telah mulai melaksanakan POPM Filariasis pada tahun tersebut setahun sekali selama 5 tahun berturut-turut.
“Untuk mencapai eliminasi Filariasis, baik di tingkat nasional maupun global membutuhkan perjuangan panjang, karena status eliminasi Filariasis di suatu negara dapat ditetapkan jika seluruh Kabupaten/Kota endemis telah dinyatakan lulus survei evaluasi (TAS) tahap ke 3. Sedangkan di Indonesia, saat ini tercatat sebanyak 236 kabupaten/kota endemis filariasis di Indonesia”, lanjutnya.
Sahabat ...
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online www.aksarapradiva.com, update informasinya juga selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook dan Instagram ...
Kami juga memiliki Channel Youtube, Tiktok, untuk menyajikan informasi dalam format visual ...
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website media kami …













