BELITUNG TIMUR, aksarapradiva.com – Seorang pria bernama Samsul (47) warga Desa Baru, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Kamis 06 Agustus 2026, dilaporkan hilang. Diduga korban diserang buaya saat mencari udang di kawasan Kolong Kero Manggar, Belitung Timur.
Informasi tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pangkalpinang setelah pihak keluarga melaporkan korban yang tak kunjung pulang hingga sore hari. Biasanya korban kembali pulang ke rumah dalam waktu 2 hingga 3 jam dari aktivitas mencari udang tersebut.
Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang menjelaskan, peristiwa tersebut bermula ketika korban berangkat dari rumahnya di Jalan Pelabuhan Lama Lipat Kajang menuju Kolong Kero sekitar pukul 11.00 WIB untuk mencari udang.
Dugaan jika korban diserang buaya menguat, setelah pihak keluarga bersama warga setempat menemukan sejumlah barang milik korban berada di tepi perairan Kolong Kero. Bagi masyarakat Manggar, Kolong Kero diketahui merupakan kawasan habitat buaya muara.
Sejumlah barang milik korban tersebut ditemukan warga sekira pukul 18.10 WIB, diantaranya sepeda motor, peralatan mencari udang, serta ember hitam. Sedangkan tanda-tanda keberadaan korban tidak terlihat sama sekali. Temuan tersebut memunculkan dugaan kuat jika korban diterkam buaya saat berada di tepian kolong.
Mengetahui hal tersebut, istri korban bernama Sun Moi langsung melaporkan ke Pos SAR Belitung Timur pada pukul 18.30 WIB untuk meminta bantuan pencarian. Menindaklanjuti laporan kondisi membahayakan manusia (KMM) ini, Tim Rescuer Pos SAR Belitung Timur langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 18.48 WIB.
Enam personel SAR bersama sebelas orang dari pihak keluarga melakukan penyisiran di sekitar lokasi penemuan barang-barang milik korban. Dalam operasi pencarian ini, tim SAR mengerahkan satu unit perahu karet (rubber boat), perlengkapan medis, perangkat komunikasi, jaringan satelit Starlink, drone thermal, serta satu unit CAPE (Crocodile Attack Protection Equipment) yang digunakan sebagai alat pelindung personel dari ancaman serangan buaya selama proses pencarian.
Hingga berita ini diterbitkan, Samsul masih belum ditemukan. Proses pencarian masih terus dilakukan meski menghadapi tantangan berupa minimnya jarak pandang pada malam hari, serta tingginya risiko keberadaan buaya di kawasan tersebut. (rel)
- BACA JUGA: Karang Taruna Air Merbau Gelar Diklat Jurnalistik, Cetak Generasi Muda Melek Media Digital
Sahabat ...
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online www.aksarapradiva.com, update informasinya juga selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook dan Instagram ...
Kami juga memiliki Channel Youtube, Tiktok, untuk menyajikan informasi dalam format visual ...
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website media kami …







