Capaian output P2M ini dengan jumlah penggiat sebanyak 49 orang, dan jumlah peserta deteksi dini melalui tes urine sebanyak 318 orang dengan hasil negatif. Sedangkan jumlah sebaran informasi melalui media konvensional atau tatap muka mencapai 8867 atau 10 persen, melalui media online mencapai 55225 atau 61 persen, melalui media penyiaran mencapai 19977 atau 22 persen, melalui media cetak mencapai 5000 atau 6 persen, dan melalui kampanye mencapai 1050 atau 1 persen.
“Pada Subbag P2M ini juga sudah terjalian perjanjian kerja sama antara BNNK Belitung di tahun 2023 dengan 14 lembaga atau instansi, antara lain dengan 2 media cetak, 2 media online, 9 lembaga pendidikan, dan 1 lembaga pemerintah”, kata Agus Handoko.
Sementara untuk capaian kinerja Subbag Rehabilitasi, dikatakan Agus Handoko terlihat dari layanan pembuatan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika (SKHPN) dengan target 160 orang terealisasi 160 orang, layanan Rehabilitasi Rawat Jalan dengan target 20 orang terealisasi 22 orang, layanan Pasca Rehabilitasi, layanan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah (LRIP), layanan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat (LRKM), dan layanan Klinik Pratama BNNK Belitung.
Sejauh ini yang menjalani Rehabilitasi Rawat Jalan dari kasus narkoba jenis shabu tercatat 1 orang, jenis inhalan tercatat 1 orang, dan jenis obat-obatan tercatat 20 orang. Dari 22 orang tersebut, 19 orangnya berjenis kelamin laki-laki dan 3 orang perempuan, dengan status pendidikannya 3 orang tamat SD, 14 orang tamat SMP, 4 orang tamat SMA, serta 1 orang tamatan S1.
Dari 22 orang yang menjalani Rehabilitasi Rawat Jalan tersebut, ada 2 orang pekerjaannya sebagai buruh harian, 3 orang sebagai karyawan swasta, 14 orang berstatus pelajar dan mahasiswa, 1 orang sebagai nelayan, 1 orang pengangguran, dan 1 orang bekerja free lance. Untuk lokasi penggunaannya, tercatat 18 orang dari tempat nongkrong, 1 orang tercatat di rumah, 1 orang tercatat di kosan, dan 2 orang tercatat di tempat hiburan.
“Layanan yang diberikan dalam mekanisme Rehabilitasi Rawat Jalan ini berupa Penerimaan Awal, Skrining Assist (Alkohol, Smoking and Subtance Involvement Screening Test), Assessment ASI (Adiction Severity Indeks), Rencana Rawatan, dan Konseling”, ujar Agus Handoko.
Lebih Lanjut Agus Handoko mengatakan, ada 2 unit Intervensi Berbasis Masyarkat (IBM) yang terbentuk pada tahun 2023 yakni di Desa Dukong dan Desa Tanjung Binga. Di tahun 2023 ini BNNK Belitung juga mendampingi unit IBM Desa Air Merbau yang terbentuk tahun 2022 dengan layanan berupa pemetaan, sosialisasi, skrining, penerimaan awal, penjangkauan, layanan intervensi wajib, dan layanan intervensi pilihan.
“Di Desa Dukong itu klien IBM dengan nama Pelawan sebanyak 6 orang, di Desa Tanjung Binga itu klien IBM dengan nama Peraba sebanyak 5 orang, di Desa Air Merbau itu klien IBM dengan nama Dambaan sebanyak 1 orang. Maka total klien IBM yang dilayani di tahun 2023 ini sebanyak 12 orang klien”, papar Agus Handoko.
Untuk layanan pasca rehabilitasi, BNNK Belitung melakukan kegiatan kunjungan ke rumah, kegiatan pemantauan, kegiatan URICA and WHO QOOL, dan kegiatan Urine Test. juga dilakukan kegiatan dukungan keluarga, penerimaan awal, dan edukasi pengembangan diri.
Sahabat ...
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online www.aksarapradiva.com, update informasinya juga selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook dan Instagram ...
Kami juga memiliki Channel Youtube, Tiktok, untuk menyajikan informasi dalam format visual ...
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website media kami …








