“Semua sudah lengkap, mungkin kawan-kawan media bisa melihat bagaimana gebrakan saya dari awal sejak tahun 2019, setelah kalah dalam Pilkada 2018, saya tau diri apalagi saya banyak berkesibukan di Jakarta, sedangkan masyarakat pemilih ada di Belitung, maka saya sambung rasa itu dengan berbagai kegiatan yang sifatnya bermanfaat”, lanjut Awai.
Sedangkan berkaitan dengan siapa ke depannya yang akan mendampinginya sebagai Calon Wakil Bupati, Awai menyerahkan hal tersebut kepada Partai Politik atau Koalisi Partai politik yang tentunya memiliki hak dalam menentukan. Ia pun berharap dalam waktu dekat ini komunikasi tersebut sudah final.
“Silahkan partai pengusung untuk berkomunikasi dan berkoordinasi berkaitan dengan siapa sosok Calon Wakil yang bisa mendampingi saya, itu adalah hak semua partai pengusung. Tapi kalau diminta pendapat, maka akan saya sampaikan minimal terkait kriteria, serta mana yang memiliki chemistry untuk membangun Belitung lebih baik ke depan, karena dengan kita bersama Belitung bisa”, ujar Awai.
Awai juga mengatakan jika sebelumnya ia sempat diminta oleh beberapa pihak, baik dari kalangan tokoh senior maupun kalangan muda untuk maju dalam kontestasi Pemilihan Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Namun dengan satu pertimbangan, ia pun tetap memutuskan untuk maju di Pilkada Belitung.
“Saya ikut Pilkada ini bukan untuk mencari posisi jabatan bupati atau gubernur, tapi karena kontestasi ini menyangkut kepentingan khalayak ramai. Dan saya akan merasa bermanfaat bagi orang banyak, jika berada di Belitung, karena saya lahirnya di Belitung. Saya ingin membuat Belitung lebih baik dari apa yang kita lihat sekarang”, jelas Awai.
Dikatakan Awai, keputusan untuk tetap maju di Pilkada Belitung tersebut juga dikarenakan ingin menjalankan amanah orang tuanya yang sudah meninggal, yang dulunya sempat berpesan kepada anak-anaknya yang lahir di Belitung, jika sudah mampu dan sanggup agar kembali Belitung untuk mengabdi.
“Jika itu sudah saya lakukan, maka lengkaplah sudah hidup saya ini. Kalau hanya untuk mencari duit, cukup aja saya di Jakarta. Yang saya cari sekarang ini bagaimana saya berguna dan bermanfaat bagi orang banyak, khususnya di Belitung sesuai dengan amanah orang tua”, papar Awai.
Awai juga menepis isu usang yang menyatakan dirinya merupakan seorang calon yang jika nanti terpilih sebagai bupati, maka akan lebih banyak bermukim di luar Belitung. Untuk menepis isu tersebut, ia buktikan dengan membangun rumah tinggal yang mewah di kawasan Desa Air Ketekok.
“Lebih dari 10 miliar saya bangun rumah di Air Ketekok, untuk apa? kalau bukan saya menginginkan untuk tinggal di Belitung. Jadi saya tekankan, selaku orang yang lahir di Belitung, saya tidak akan melakukan hal tersebut, dan ini saya buktikan dengan aset bangunan rumah yang nilainya melebihi dari apa yang saya miliki di Jakarta”, pungkas Awai. (***)
Reporter : Yudi AB
Editor : Yudi AB
Sahabat …
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online pradivanews.com, yang update informasinya selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook Sahabat pradivanews…
Kami juga memiliki Channel Youtube, untuk menyajikan informasi dalam format visual…
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website kami…
Sahabat ...
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online www.aksarapradiva.com, update informasinya juga selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook dan Instagram ...
Kami juga memiliki Channel Youtube, Tiktok, untuk menyajikan informasi dalam format visual ...
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website media kami …











