BANGKA BELITUNG, aksarapradiva.com – Sebanyak 27 orang peserta mengikuti Pelatihan Dasar Pencarian dan Pertolongan Angkatan CXI (111), yang digelar Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kantor SAR) Kelas B Pangkalpinang selama 22 hari, mulai 27 Oktober hingga 17 November 2025 mendatang.
Ke-27 peserta ini merupakan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Basarnas dari Kantor SAR Pangkalpinang. Para peserta ini akan dibimbing oleh 2 mentor, 5 instruktur, dan didukung oleh 11 panitia kegiatan, serta 6 penjamin mutu dari Balai Pelatihan SDM Pencarian dan Pertolongan.
Penyelenggaraan pelatihan ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, Perpres Nomor 83 Tahun 2016 tentang Basarnas, dan Peraturan Kepala Basarnas Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Diklat Teknis Substantif Bidang SAR.
Kepala Balai Pelatihan SDM Pencarian dan Pertolongan, Heru Suhartanto, S.H., M.M., dalam sambutannya saat upacara pembukaan pelatihan di Kantor SAR Pangkalpinang mengungkapkan, pelatihan tersebut merupakan program wajib bagi seluruh pegawai di lingkungan Basarnas, sebagai bentuk pembinaan awal menuju kompetensi ideal.
“Pelatihan dasar ini dirancang guna memenuhi kualifikasi personel Basarnas yang profesional, berintegritas, dan militan, sesuai dengan platform tugas pokok dan fungsi Basarnas”, ungkap Heru Suhartanto melalui rilis Humas Kantor SAR Pangkalpinang, Selasa 28 Oktober 2025.
Heru Suhartanto menjelaskan, pelatihan tersebut mencakup tiga aspek utama, yakni pengetahuan melalui pembelajaran teori SAR tingkat dasar, keterampilan melalui praktik dan aplikasi lapangan, serta pembentukan sikap perilaku sebagai personel Basarnas.
Materi yang diberikan meliputi kompetensi penunjang seperti kepemimpinan diri, kesehatan mental, dan visit, hingga kompetensi inti seperti HART (Helicopter Aquatic Rescue Technique), MFR (Medical First Responder), Water Rescue, dan Jungle Rescue.
Peserta juga diberikan pelatihan kesamaptaan, untuk menjaga kebugaran selama program berlangsung. Metode pelatihan menggunakan pembelajaran orang dewasa dengan pendekatan ceramah interaktif, praktik, demonstrasi, dan aplikasi.
Selain itu, peserta dituntut memiliki tanggung jawab atas diri sendiri, komitmen kuat, kepedulian terhadap sesama, dan bijak dalam menyikapi setiap tahapan pelatihan.
Kepada para peserta, Heru Suhartanto berpesan agar mengikuti semua petunjuk instruktur, memperhatikan dengan baik setiap pelajaran, mengutamakan keselamatan dalam praktik lapangan, menjaga kesehatan dan kekompakan, serta segera melaporkan bila ada keluhan kesehatan.
“Hindari sikap over confident atau keragu-raguan dalam pelajaran praktik yang berisiko. Keselamatan adalah prioritas utama”, tegas Heru Suhartanto.
Heru Suhartanto juga berpesan kepada tim instruktur, mentor, tim medis, dan panitia, untuk melaksanakan tugas secara profesional sesuai standar pelatihan dan SOP yang telah ditetapkan, serta menjaga nama baik Basarnas selama pelaksanaan pelatihan. (rel)
- BACA JUGA: Melalui Tapera, Ratusan Warga Binaan Lapas Tanjungpandan Hafal Ayat Pendek Al-Quran dan Rutin Shalat
Sahabat ...
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online www.aksarapradiva.com, update informasinya juga selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook dan Instagram ...
Kami juga memiliki Channel Youtube, Tiktok, untuk menyajikan informasi dalam format visual ...
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website media kami …








