BANGKA, aksarapradiva.com – Proses pencarian terhadap nelayan lanjut usia bernama Rusli (70) yang dilaporkan hilang saat melaut, akhirnya membuahkan hasil. Warga Kampung Nelayan 1 Sungailiat, Kabupaten Bangka tersebut ditemukan di perairan Tanjung Berikat Kabupaten Bangka Tengah, setelah 4 hari Tim SAR Gabungan melakukan pencarian secara intensif.
Titik terang pencarian terhadap korban tersebut berawal dari laporan seorang nelayan yang melintas di perairan Tanjung Berikat, Kabupaten Bangka, yang menemukan perahu sampan (kolek) milik korban mengapung tanpa awak. Kemudian, perahu sampan Ia tarik dan temuannya tersebut dilaporkan kepada pihak terkait.
Tim SAR Gabungan yang sebelumnya memusatkan pencarian di sekitar perairan Karang Kranas dan Karang Berindu Sungailiat, Kabupaten Bangka, segera mengalihkan pencarian menuju perairan Tanjung Berikat, Kabupaten Bangka Tengah, setelah menerima laporan penemuan perahu sampan milik korban.
Upaya pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan di sekitaran perairan Tanjung Berikat tidak membutuhkan waktu lama, jasad korban berhasil ditemukan tidak jauh dari lokasi penemuan perahu sampan miliknya, Selasa 10 Maret 2026 sore. Proses evakuasi jenazah korban berlangsung hingga malam hari.
Sesampainya di daratan, jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bangka Tengah untuk penanganan lebih lanjut, sebelum diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga di Sungailiat, Kabupaten Bangka.
Dengan telah ditemukannya korban, Operasi SAR Gabungan yang melibatkan Kantor SAR Pangkalpinang sebagai SAR Mission Koordinator, Ditpolairud Polda Bangka Belitung, Satpolairud Polres Bangka, BPBD Kabupaten Bangka, Laskar Sekaban, serta para nelayan lokal, resmi dinyatakan selesai dan ditutup pada Rabu 11 Maret 2026.
“Kami mewakili seluruh jajaran dan Tim SAR Gabungan, turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Kami juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh unsur potensi SAR yang terlibat”, sebut Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, Rabu 11 Maret 2026.
Seperti diberitakan sebelumnya, korban dilaporkan hilang sejak pergi melaut pada Sabtu 07 Maret 2026 sekira pukul 03.00 WIB, menggunakan sampan dari dermaga nelayan 1 Sungailiat. Korban yang biasanya pulang siang hari, namun hingga sore tak kunjung kembali ke dermaga.
Keluarga yang khawatir sempat melakukan pencarian mandiri bersama nelayan setempat, namun hasilnya nihil. Kemudian pihak keluarga segera melapor ke Kantor SAR Pangkalpinang, mengingat stok bahan bakar cadangan yang dibawa korban hanya sekitar 5 liter.
“Kami imbau masyarakat pesisir, terutama para nelayan, untuk senantiasa mengutamakan keselamatan saat melaut. Pastikan ketersediaan peralatan keselamatan seperti pelampung (life jacket) dan alat komunikasi, serta selalu memantau informasi perkiraan cuaca sebelum berangkat melaut”, pungkas Mikel dengan tegas. (rel)
Sahabat ...
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online www.aksarapradiva.com, update informasinya juga selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook dan Instagram ...
Kami juga memiliki Channel Youtube, Tiktok, untuk menyajikan informasi dalam format visual ...
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website media kami …








