BELITUNG, aksarapradiva.com – Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung, Bagus Nur Jakfar Adi Saputro menyatakan dirinya sebagai orang tua asuh bagi 481 anak stunting dan 200 ibu hamil yang ada di Kabupaten Belitung.
Hal tersebut disampaikan Bagus Nur Jakfar dalam acara Mini Lokakarya Percepatan Penurunan Stunting, Selasa 22 Juli 2025, yang digelar BKKBN wilayah Bangka Belitung (Babel) di aula pertemuan Kantor Camat Tanjungpandan.
Pernyataan Bagus Nur Jakfar tersebut merupakan bentuk komitmen nyata dirinya bersama Kejari Belitung dalam memerangi stunting di Kabupaten Belitung.
“Di tengah gemerlap tambang, timah, dan sawit, ternyata masih ada 681 anak yang hidup jauh di bawah garis kemiskinan dan rentan stunting. Kami merasa terpanggil untuk turun tangan langsung”, sebut Bagus Nur Jakfar usai acara kepada insan pewarta.
Bagus Nur Jakfar mengatakan, langkah tersebut merupakan bentuk pendekatan humanis Kejaksaan yang tidak hanya dikenal lewat ketajaman penegakan hukumnya melalui Pidana Khusus, tetapi juga mulai hadir dalam misi sosial masyarakat.
“Kami akan menyisihkan dana pribadi dan mengajak kolega serta pengusaha, untuk bersama-sama menyejahterakan masyarakat. Ini bukan kerja satu institusi saja, tapi gerakan gotong royong”, kata Bagus Nur Jakfar.
Bagus Nur Jakfar menjelaskan, skema bantuan bagi anak stunting dan ibu hamil tersebut dilakukan melalui pemberian makanan bergizi, bukan dalam bentuk bantuan uang tunai. Bantuan akan diberikan secara terstruktur dan diawasi agar tidak terjadi penyimpangan.
Distribusi bantuannya juga akan melibatkan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), Kepala Desa, serta kader pendamping keluarga di masing-masing wilayah.
“Sehingga bantuan dapat dipastikan tepat sasaran serta benar-benar dikonsumsi oleh penerima manfaat. Dengan target utama, 681 orang ini dalam waktu dekat keluar dari kategori stunting”, jelas Bagus Nur Jakfar.
“Diperkirakan biaya kebutuhan per anak stunting sekitar 15.000 Rupiah per hari, namun ini masih tahap penjajakan. Nantinya akan kami sesuaikan berdasarkan data lapangan dan tidak tumpang tindih dengan bantuan lain seperti MBG atau CSR perusahaan”, tambah Bagus Nur Jakfar.
Lebih lanjut Bagus Nur Jakfar menyampaikan keprihatinannya, sekaligus ironi antara kekayaan alam Belitung yang luar biasa dengan angka kemiskinan dan stunting yang masih tinggi.
Untuk itu, Bagus Nur Jakfar berharap apa yang dilakukan pihaknya tersebut dapat menjadi inspirasi dan pemantik bagi institusi lain, untuk turut ambil bagian dalam memutus rantai stunting di Kabupaten Belitung.
“Malulah kita masih membiarkan 681 saudara kita hidup dalam kemiskinan, sementara kita kirim timah senilai triliunan rupiah. Ini waktunya kita bangun bersama”, pungkas Bagus Nur Jakfar. (red)
Sahabat ...
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online www.aksarapradiva.com, update informasinya juga selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook dan Instagram ...
Kami juga memiliki Channel Youtube, Tiktok, untuk menyajikan informasi dalam format visual ...
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website media kami …








