Hari berbilang hari, bulan bersambut bulan dan tahun berganti tahun, Ibunya Pipit tetap tegar dan tabah menjalani pengobatan pasca operasi, Ia harus menjalani proses kemoterapi. Untuk penderita Kanker Payudara stadium IV, Ibunya terbilang tangguh, bahkan pihak dokter di rumah sakit Jakarta sempat mengatakan bahwa Ibunya setangguh Sekuntum Mawar Merah yang tidah pernah layu dan bersedih, Ibunya Pipit selalu tersenyum dalam deritanya, Ia sungguh kuat dan tegar bahkan sangat tegar.
Suatu hari Ibunya pernah nekad untuk pulang ke Belitong, karena rasa rindu terhadap ke tiga anak-anaknya. Menjelang Idul Fitri, di sela-sela masa pengobatan Ibunya pun pulang ke Belitong untuk berkumpul dan berlebaran bersama anak-anaknya, namun dua hari sebelum lebaran Ibunya mengalami kesakitan yang luar biasa, dan harus segera diterbangkan kembali ke Jakarta. Niat untuk berkumpul bersama anak-anaknya pun pupus sudah.
Ibunya Pipit harus segera dapat pertolongan tindakan medis kembali, Ibunya pun harus masuk di ruang ICU dan tidak sadarkan diri selama seminggu, mendengar kabar tersebut Ayah yang sedang bekerja di Irian Jaya segera meminta ijin cuti untuk segera terbang ke Jakarta mendampingi istrinya.
Hari itu tanggal 12 bulan Mei tahun 2005, Pipit sekeluarga mengalami kecemasan yang luar biasa, hari itu Ayah menelpon Pipit yang mengabarkan kondisi Ibunya yang mulai lemah, semua keluarga berkumpul di rumah Pipit, dan pembicaraan Ayah dengan Pipit pun di Loudspeaker sehingga seisi rumah dapat mendengarkan informasi percakapan tersebut. Terdengarlah suara Ayah yang mulai panik di gagang telepon.
“Pit….. Umak kondisinya sangat lemah, tangannya tak bergerak, matanya pun terpejam Pit….!”
“Yah… Ayah jangan panik serahkan semua ini kepada Allah…Yah !!! “
Perlahan terdengar suara alat, entah apa gerangan nama alat tersebut, yang pasti alat tersebut mengeluarkan suara nada mirip suara detak jantung. Pipit dan keluarga menyimak terus dan was-was, rasa khawatir kalau-kalau suara tersebut berbunyi dengan nada panjang tanpa spasi.
“tuutttt…… tuutttt…. tuutttttt……. tuuuuuutttttt……!”
“Pit kalian yang sabar ya, jika Umak harus pergi kita ikhlaskan ya Pit !”
Pipit tidak langsung menjawab harapan Ayah… Pipit hanya terdiam dan menangis tersedu-sedu, gagang telpon tetap digenggamnya.
“Iya…Yah….. Pipit dan adik-adik akan mengikhlaskan jika Umak harus pergi”
Selepas Pipit berkata demikian terdengarlah nada panjang itu, nada yang paling tidak diinginkan oleh Ayah, Pipit dan adik-adiknya.
“Tuuttt… tuuuutttt….. tuuuutttttt……. tuuuuttttttt… tuuuuuuuuuuuuutttttttttttttttttttttttttt”
Gagang telepon pun terlepas dari genggaman Pipit, suara histeris dan tangis pecah memecah sunyi senyap malam itu.
“Umaaakkkkkkk,………. Umaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkk jangan tinggalkan kami maaaakkkkkk !!!”
Pipit meraung sejadi-jadinya, ia rapuh bagaikan Sekuntum Mawar yang layu, air mata bagaikan hujan yang menghujam jantung, Ibunya telah tiada tepat pada tanggal 12 Mei 2005, di tangan Ibunya masih tergenggam Sekuntum Mawar Merah pemberian Pipit, walau kelopaknya sudah layu, ternyata Sekuntum Mawar Merah itu sebagai penguat dan pengobat rindu Ibunya. Kini Ibunya telah pergi selama-lamanya, namun Ibunya masih melekat diingatan, ketegaran dan kesabaran Ibunya tetap mewangi di hati anak-anaknya, bahkan wanginya sewangi Sekuntum Mawar Merah. (***)
Belitong, 09 Mei 2016
Karya: Yudhie Guszara
(Cerpen ini diangkat dari kisah nyata, mengenang seseorang yang begitu tegar menjalani ujian hidupnya, Cerpen ini saya dedikasikan untuk beliau Almarhumah Nani Lismiati, seorang Umak yang baik hati, mengenangmu Umak mewangi selayaknya Sekuntum Mawar)
Sahabat …
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online www.aksarapradiva.com, update informasinya juga selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook dan Instagram …
Kami juga memiliki Channel Youtube, Tiktok, untuk menyajikan informasi dalam format visual …
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website media kami …
Sahabat ...
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online www.aksarapradiva.com, update informasinya juga selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook dan Instagram ...
Kami juga memiliki Channel Youtube, Tiktok, untuk menyajikan informasi dalam format visual ...
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website media kami …












