BELITUNG TIMUR, aksarapradiva.com – Sebanyak 26 orang anak dinyatakan lulus seleksi sebagai santri baru Program Tahfidz Anak tahun 2025 yang diselenggarakan Rumah Qur’an Kampong Gunong Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim).
Ketua Rumah Qur’an Kampong Gunong, Ustadz Hanafi, S.E., M.Si., CGAE mengatakan, seleksi penerimaan santri baru tersebut dilaksanakan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan panitia yakni berlangsung pada tanggal 18 – 19 Agustus 2025 yang lalu.
Dalam pelaksanaannya, panitia membatasi jumlah pendaftar sebanyak 30 orang calon santri. Setelah melalui tahapan seleksi yang ketat, sebanyak 26 orang anak dinyatakan lulus sebagai santri baru dan resmi bergabung dalam Program Tahfidz Anak 2025.
Proses seleksi berjalan dengan sistematis dan dilakukan dalam dua tahap. Pertama, calon santri menyetorkan hafalan Al-Qur’an sesuai dengan syarat yang ditetapkan panitia. Kedua, wawancara dengan wali santri.
“Wali santri diminta mengisi data sesuai format yang dibagikan melalui grup WhatsApp resmi. Selanjutnya, wali santri diwajibkan membawa dokumen pendukung berupa fotokopi akta kelahiran, fotokopi KTP orang tua, dan fotokopi Kartu Keluarga”, kata Hanafi melalui rilisnya, Senin 25 Agustus 2025.
Rangkaian seleksi penerimaan santri baru Program Tahfidz Anak 2025 yang digelar Rumah Qur’an Kampong Gunong tersebut ditutup dengan pembekalan bagi para wali santri, yang dilaksanakan pada Sabtu 23 Agustus 2025 di Masjid Al Ikhlas Kampong Gunong Manggar.
Materi pembekalan disampaikan langsung oleh Hanafi, yang menekankan pentingnya pengasuhan anak dengan berlandaskan Al-Qur’an dan Hadist. Selain itu, Hanafi juga menjelaskan metode pembelajaran menghafal Al-Qur’an yang diaplikasikan di Rumah Qur’an Kampong Gunong.
“Dalam menghafal Al-Qur’an, para santri menggunakan metode Tabarak dari Mesir. Mengutip pesan guru saya, Syekh Kameel Al-Laboudii, penemu metode Tabarak ini, beliau mengatakan jika keberhasilan anak menghafal Al-Qur’an itu sangat ditentukan oleh kerja sama yang erat antara lembaga pendidikan dengan orang tua di rumah”, ungkap Hanafi.
Lebih lanjut Hanafi juga menyampaikan rencana pengembangan Rumah Qur’an Kampong Gunong, yang kini sudah memasuki tahun keenam sejak berdiri. Rencana tersebut yakni dengan memperluas jaringan pendidikan Al-Qur’an ke daerah lainnya.
“Kami ingin tumbuh lembaga pendidikan Al-Qur’an di tempat lain, misalnya akan berdiri Rumah Qur’an Kampong Pancor, Rumah Qur’an Kampong Baru, Rumah Qur’an Kampong Selinsing, dan Rumah Qur’an Gantong”, beber Hanafi.
“Kami membuka diri kepada semua pihak, dan InsyaAllah siap melakukan pembinaan sistem pembelajaran, pendampingan tenaga pengajar, hingga mendampingi masyarakat yang ingin mendirikan Rumah Qur’an di kampung mereka masing-masing”, tambah Hanafi.
Ditambahkan Hanafi, manajemen Rumah Qur’an Kampong Gunong juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para donatur yang telah berinfaq dalam pembangunan ruang belajar, serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan Al-Qur’an. Dukungan tersebut menjadi modal berharga bagi keberlanjutan dan pengembangan layanan pendidikan tahfidz di masa mendatang.
“Dengan semangat kolaborasi bersama wali santri dan dukungan masyarakat, Rumah Qur’an Kampong Gunong akan terus berkomitmen mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang berakhlak mulia, serta memperluas manfaat pendidikan Al-Qur’an ke lebih banyak wilayah”, pungkas Hanafi. (rel)
Sahabat ...
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online www.aksarapradiva.com, update informasinya juga selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook dan Instagram ...
Kami juga memiliki Channel Youtube, Tiktok, untuk menyajikan informasi dalam format visual ...
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website media kami …












