Nyatakan Sikap Penolakan Terhadap Kapal Isap, Kades Buku Limau Siap Pasang Badan

“Saya sendiri selaku Kepala Desa Buku Limau tidak tahu terkait perihal kegiatan tersebut, dan undangannya tidak kami dapatkan, atau memang kelewatan atau memang tidak diundang, intinya saya kurang tahu, yang jelas saya tidak ada menerima undangan terkait perihal tersebut”, jelas Muhlisin.

Lebih lanjut Muhlisin mengatakan, diundang atau tidaknya ia selaku Kades Buku Limau dalam kegiatan FGD tersebut, sikap penolakan akan tetap dilakukan. Bahkan, Muhlisin menyatakan dirinya siap “Pasang Badan” untuk menolak kapal isap tersebut. Sebab, dari jumlah penduduk Buku Limau yang kurang lebih 879 jiwa, 98 persennya bekerja mencari nafkah di laut sebagai nelayan.

“Sedangkan perbatasan antara Desa Baru dengan Desa Pulau Buku Limau itu ada di Karang Tiga, dan Karang Tiga itu daerah tangkap ikan bagi nelayan, kalau dari Muara Manggar itu kurang lebih 2 mil, itu masih kena. Jadi sekitar Olivier, habislah Buku Limau”, tukasnya.

Buku Limau

Menurutnya, Pemerintah harus tegas terkait beroperasinya kapal isap di perairan laut Beltim. Ia mengatakan, masuk dan beroperasinya kapal isap hanya menguntungkan PT Timah atau BUMN. Sedangkan masyarakat yang menggantungkan hidupnya dengan mencari nafkah di laut, akan merasakan dampaknya.

“Dampaknya yang jelas di kehidupan kita sehari-hari kan, kita bisa lihat kayak Bangka, apa jadinya perairan laut Bangka sekarang, dimana mereka mencari nafkah khususnya nelayan, harus menempuh jarak 3 sampai 4 hari di laut, baru dapat untuk menangkap ikan”, ujarnya.

“Sementara, nelayan kami dengan jarak tempuh 5 menit dari kampung sudah bisa dapat ikan. Kalau terjadi masuk kapal isap di laut Olivier, berarti dampaknya sangat merugikan nelayan kami. Oke lah kalau misalnya mereka mau menjanjikan kompensasi, tapi sesuatu itu kan cuma instan, lalu anak dan cucu kami kedepan dapat apa. Harapan kami, pemerintah harus tegas dalam hal ini, cukup Bangkalah, gak usa di Beltim”, pungkas Muhlisin. (tim)

BACA JUGA:


Sahabat, ikutin terus perkembangan informasi yang disajikan media online pradivanews.com, dan jangan lupa untuk meng-klik tombol suka dan mengikuti Pradiva News di Fanpage Facebook agar sahabat tidak ketinggalan informasi yang baru saja kami update …

Caranya mudah, dengan sahabat meng-klik link Fanpage Facebook berwarna hijau ini, maka sahabat akan masuk ke halaman Fanpagenya Pradiva News di Facebook …

Kami juga memiliki Channel Youtube, untuk melihatnya sahabat bisa meng-kliknya langsung .. Maka sahabat akan masuk ke channel group kami yang menyajikan informasi dalam format visual .. Trusss, jangan lupa like dan subscribe yaaa …

Yuuk sahabat klik sekarang juga …


Sahabat ...
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online www.aksarapradiva.com, update informasinya juga selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook dan Instagram ...

Kami juga memiliki Channel Youtube, Tiktok, untuk menyajikan informasi dalam format visual ...
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website media kami …