“Terkait Moderasi beragama, kami tetap berada di tengah tidak memihak kekiri dan kekanan, program moderasi beragama jelas tetap harus dikembangkan dan dilaksanakan di Kabupaten Belitung”, tukas Mahdar.
Senada, Korwil Binda Belitung Ade Zakaria menjelaskan saat ini hanya ada 4 Kepala Keluarga sebagai peganut aliran Ahmadiyah di Kabupaten Belitung. Secara umum penganut aliran tersebut adalah warga pendatang dan untuk waga asli karena hubungan perkawinan.
BACA JUGA: Kasus Stunting di Kabupaten Belitung Menempati Posisi Terendah di Babel
“Kami lakukan penekanan terhadap mereka agar tidak melakukan aktivitas yang dapat terganggunya kerukunan umat beragama di tiap wilayah yang mereka tempati, dan selalu memberitahukan setiap akan adanya pelaksanaann kegiatan apapun”, kata Ade.

Sementara terkait Aliran Tareqad Naqsha Bandia Al Jalaliyah yang saat ini ada di Desa Air Seruk Kecamatan Sijuk, pada awalnya berada di Desa Ibul Kecamatan Badau. Karena adanya penolakan dari warga Desa Ibul terkait peribadatan yang dilakukan di rumah Sulug, maka penganut aliran ini pindah dan menetap di Desa Air Seruk, dan kesehariannya tidak ada masalah dengan masyarakat setempat
“Terkair aliran atau ajaran Saksi Yahoa umat Kristen yang ada di Desa Air Ketekok Kecamatan Tanjungpandan, jumlah jamaat yang ada hanya sekitar 30 jamaat saja, dalam hal ini masih dalam kontek aman, tidak terjadi gejolak di masyarakat”, sambung Ade.
Sedangkan untuk aliran Khilafatul Muslimin berdasarkan informasi yang pihaknya terima, hanya ada satu orangyang merupakan pecahan dari Bangka. Dan sejauh ini keberadaannya sangat sulit untuk dilacak karena selalu berpindah-pindah tempat.
“Pola pengawasan dan pembinaan terhadap aliran kepercayaan dan keagamaan melaui Tim Pakem, kami disetiap adanya informasi atau permasalahan selalu cepat kami sampaikan ke ketua dan seluruh anggota Tim Pakem, guna proses pengawasan secara bersama-sama agar aliran yang ada tidak menyebar dan berkembang”, pungkas Ade. (yab)
Sahabat, ikutin terus perkembangan informasi yang disajikan media online pradivanews.com, dan jangan lupa untuk meng-klik tombol suka dan mengikuti Pradiva News di Fanpage Facebook agar sahabat tidak ketinggalan informasi yang baru saja kami update …
Caranya mudah, dengan sahabat meng-klik link Fanpage Facebook berwarna hijau ini, maka sahabat akan masuk ke halaman Fanpagenya Pradiva News di Facebook …
Kami juga memiliki Channel Youtube, untuk melihatnya sahabat bisa meng-kliknya langsung .. Maka sahabat akan masuk ke channel group kami yang menyajikan informasi dalam format visual .. Trusss, jangan lupa like dan subscribe yaaa …
Yuuk sahabat klik sekarang juga …
Sahabat ...
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online www.aksarapradiva.com, update informasinya juga selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook dan Instagram ...
Kami juga memiliki Channel Youtube, Tiktok, untuk menyajikan informasi dalam format visual ...
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website media kami …














