Oleh : Adhywira
(Founder Belitong Kite)
BAGI masyarakat Pulau Belitong, Keroket Menggale merupakan jenis kuliner tradisonal yang sering dan banyak ditemui sebagai jajanan sehari-hari. Namun, mungkin banyak yang belum tahu jika resep Keroket ini berasal dari kuliner bangsa asing.
Melalui tulisan ini, saya Adhywira selaku pemilik usaha kuliner dengan nama Belitong Kite, ingin mengulas asal usul Keroket tersebut. Hal ini saya lakukan mengingat Belitong Kite sejak akhir tahun 2013, sudah mengembalikan Keroket sebagai wujud metamorfosa dari kuliner asing dengan menggunakan bahan dasar Menggale.
Keroket merupakan metamorfosa dari kerinduan para pekerja timah asal Negara Belanda terhadap makanan khas negaranya yang disebut Kroketten. Oleh masyarakat Indonesia, pembuatan Keroket ini sudah mengalami perubahan baik untuk isi maupun bahan dasarnya.
Demikian juga oleh masyarakat Pulau Belitong, pembuatan Keroket sudah diganti dengan bahan dasar Menggale atau Singkong atau Cassava (Manihot Esculenta) yang direbus kemudian ditumbuk. Sehingga bisa dikatakan Keroket asli Belitong ini yakni Keroket Menggale.
Pembuatan Keroket Menggale ini dengan cara menumbuk Singkong yang sudah direbus, kemudian diuleni atau diadun. Bahan yang sudah diadun ini selanjutnya diisi dengan bihun rebus atau ditumis. Untuk memberikan rasa yang lebih enak, bihun tersebut ditambah dengan udang.
Keroket sebenarnya merupakan resep asli negera Perancis dengan nama Croquette yang diucapkan menjadi Kroket. Cemilan ini pada mulanya dimasak oleh koki istana Perancis dan menjadi makanan kesukaan Raja Perancis, yaitu Louis XIV sekitar tahun 1691.
Seiring waktu, Keroket ini kemudian makin dikenal secara luas oleh beberapa negara sekitarnya, seperti Belanda. Resep Keroket pertama kali muncul di Belanda pada tahun 1830-an. Di negara Belanda, Keroket ini menjadi salah satu cemilan populer pada abad ke-18 tersebut.
Di negeri Kincir Angin tersebut, nama lain Keroket yaitu Kroketten. Oleh masyarakat Belanda, pembuatan Keroket divariasikan dengan adonan tumbukan kentang, kemudian ragout keju dan sayuran dimasukkan ke dalam adonan tersebut. Karenanya cemilan gurih ini sering disebut Keroket Kentang.
Sedangkan di negara asalnya Perancis, Keroket merupakan sebuah makanan yang terdiri dari ragout yang dilumuri kocokan telur dan tepung panir tanpa Kentang tumbuk, yang kemudian digoreng menggunakan minyak goreng yang banyak. Bahkan, nama Keroket ini diambil dari bahasa Perancis yaitu dari kata Croquer yang artinya renyah.
Keroket di Perancis ini dibuat pertama kali oleh seorang koki bernama Antonin Careme. Saat itu, Antonin Careme bekerja sebagai chef di Istana Kerajaan Perancis. Chef Antonin Careme memperkenalkan Keroket di dapur istana untuk jamuan makan bertajuk Croquettes à la royale, seperti yang dikutip dari El Anciano Rey De Los Vinos.
Tidak disangka, Raja Perancis pada masa itu yakni Louis XIV menyukai makanan yang dibuat oleh Chef Antonin Careme tersebut. Bahkan Keroket menjadi makanan favorit Raja Louis XIV pada masa itu.
Saat ini, Keroket Menggale juga sudah menjadi budaya kuliner Belitong. Sejak resep aslinya yang berasal dari Perancis sampai ke Pulau Belitong yakni menjelang akhir abad 18. Pada saat itu John Loudon berkebangsaan Belanda bersama rekan-rekannya dipercaya untuk mengendalikan dan mendominasi tambang timah di Pulau Belitong.
Pada awalnya, resep Keroket Kentang yang dibawa ke Pulau Belitong oleh para pekerja timah asal negara Belanda tersebut. Sedangkan Belanda sendiri mengadaptasi Croquette asal Perancis tersebut menjadi Kroketten dengan bahan dasarnya Kentang.
Oleh orang Belanda yang berada di Pulau Belitong, bahan dasar Kentang tersebut diganti dengan Menggale atau Singkong mengingat pada masa itu Kentang masih sulit didapat. Sehingga Singkong rebus yang ditumbuk untuk membuat Keroket Menggale.
Karena orang Pulau Belitong pada waktu itu tidak mengenal ragout serta memang sulit untuk mendapatkannya, maka digantilah ragout dengan bihun dan udang untuk menjadi isi dari Keroket Menggale tersebut.
Keroket Menggale, dengan bahan dasar Singkong rebus yang diisi dengan bihun serta udang yang kini sudah menjadi budaya kuliner Belitong, sebenarnya merupakan wujud metamorfosa dari kerinduan para pekerja timah akan Kroketten Belanda, karena ketiadaan bahan dasarnya yaitu Kentang.
Belitong Kite sejak akhir tahun 2013, sudah aktif mengembalikan Keroket sebagai wujud metamorfosa dari kerinduan para pekerja timah asal Negara Belanda akan makanan yang mereka sebut Kroketten yang berisi ragout dan dilapisi tepung panir tersebut.
Namun tentunya Belitong Kite tidak menggunakan bahan dasar Kentang, melainkan dengan bahan dasar Singkong rebus yang ditumbuk sebagai ciri khas Keruket Belitong. (***)
- BACA JUGA: Pemanfaatan Teknologi Dalam Percepatan Pelayanan Publik : Sudut Pandang Pelaksanaan Integritas ASN
Sahabat …
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online www.aksarapradiva.com, update informasinya juga selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook dan Instagram …
Kami juga memiliki Channel Youtube, Tiktok, untuk menyajikan informasi dalam format visual …
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website media kami …
Sahabat ...
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online www.aksarapradiva.com, update informasinya juga selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook dan Instagram ...
Kami juga memiliki Channel Youtube, Tiktok, untuk menyajikan informasi dalam format visual ...
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website media kami …













