BELITUNG TIMUR, aksarapradiva.com – Chedva Kahfizayyan, siswa kelas 4 SD Negeri 1 Gantung Kabupaten Belitung Timur (Beltim), berhasil meraih penghargaan sebagai Juara III Lomba Olimpiade Sains Nasional (OSN) Bidang IPS Pendidikan Dasar Tingkat Nasional di Jakarta.
Lomba yang dilaksanakan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tersebut sebelumnya diikuti peserta dari hasil seleksi tingkat SD sebanyak 344.807 se-Indonesia.
Namun, pada tahapan final yang berlangsung tanggal 21 hingga 27 September 2025, peserta lomba yang terseleksi dari hasil kompetisi berkurang menjadi 150 orang untuk tingkat SD dan 150 orang untuk tingkat SMP.
Jumlah tersebut masing-masing terbagi, 50 peserta untuk bidang Matematika, 50 peserta untuk bidang IPA dan 50 peserta untuk bidang IPS. Pada tahun 2025 ini, khusus OSN bidang IPS merupakan ajang prestasi bergengsi pertama kali dilombakan.
Chedva Kahfizayyan (Kahfi) sendiri merupakan salah satu peserta yang ikut di bidang IPS, mewakil Kabupaten Beltim dan Provinsi Bangka Belitung. Bocah 10 tahun ini merupakan putra dari pasangan Billy Konnolly dan Floriana Hezty, Warga Desa Lenggang Kecamatan Gantung.
Dalam penuturannya, Kahfi tidak menduga jika dirinya mampu bersaing dan menyingkirkan puluhan peserta dari seluruh Indonesia tersebut. Ia pun mengaku bangga jika usaha dan kerja kerasnya belajar secara konsisten akhirnya membuahkan hasil.
Atas keberhasilannya dalam meraih prestasi yang membanggakan Kabupaten Beltim dan Provinsi Babel tersebut, Kahfi mengungkapkan rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada orang tua, guru pembimbing dan pihak sekolah yang sudah memberikan dukungan penuh saat mengikuti lomba OSN.
”Terkejut, seakan tidak percaya karena saingannya ramai, pintar-pintar pula. Alhamdulillah, senang sekali dapat membanggakan kedua orang tua, sekolah, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung, dapat medali perunggu jadi juara sampai ke tingkat nasional”, sebut Kahfi, Jum’at malam 26 September 2025.
Sementara itu ayahnya, Billy Konnolly mengatakan jika Kahfi memang sejak dini sudah diajarkan untuk bekerja keras dan disiplin. Bahkan menurut Billy, putra keempatnya tersebut tidak pernah absen sholat.
“Usaha Kahfi untuk meraih prestasi sampai ke tingkat nasional dan mendapat juara, perlu usaha belajar yang ekstra, tekun, rutin, dan konsisten. Kami selalu berpesan agar jangan lupa untuk tetap menjaga ibadah sholatnya, karena semua itu untuk melatih disiplin”, ujar Billy.
Sedangkan Guru Pembimbingnya, Yudho Wiratama mengungkapkan, ada cerita menarik terkait keikutsertaan Kahfi dalam lomba OSN bidang IPS tingkat nasional tahun 2025. Awalnya, Kahfi hanya berada di urutan terakhir saat seleksi di tingkat kabupaten maupun tingkat provinsi.
Tetapi dengan usaha dan kerja keras, serta semangat juang tinggi, Kahfi yang awalnya berada di peringkat akhir tersebut mampu mengalahkan peserta lainnya. Bahkan, ia berhasil meraih Juara III terbaik tingkat nasional.
“Jadi memang perjalanannya tidak mudah. Waktu itu di seleksi tingkat kabupaten, awalnya hanya empat orang peserta dari SD yang ikut, nah Kahfi ikut lolos namun hanya peringkat keempat di Kabupaten Beltim”, ungkap Yudho.
Hal yang sama juga terjadi pada saat memasuki seleksi OSN di tingkat Provinsi Babel, Kahfi tetap lolos ke tingkat nasional namun nilainya juga berada di peringkat kelima.
“Kemudian di test semifinal nasional, Kahfi pun masuk empat besar, empat orang yang mewakili provinsi untuk lolos ke babak final nasional. Alhamdulillah pertama dikirim, kita sudah berhasil dapat perunggu”, tambah Yudho.
- BACA JUGA: Bangun Ruang Belajar Baru, Rumah Qur’an Daarul Fathonah Desa Padang Diharapkan Jadi Wasilah Kebaikan
Lebih lanjut Yudho mengatakan, Kahfi sendiri sudah lama dipersiapkan untuk ikut seleksi OSN bidang IPS tersebut. Sejak awal, Kahfi sudah dilatih dan digembleng dengan serius.
“Memang dari kami dan pihak sekolah, sudah melihat peluang ini, karena ini kan cabang lomba pertama, otomatis semuanya punya persiapan matang. Dan Alhamdulillah Kahfi memang ada bibit dan pengetahuannya cukup luas, jadi kita hanya tinggal memperdalam materi dan mengarahkannya”, kata Yudho.
Sebagai Guru Pembimbing, ia dan pihak sekolah hanya sekedar memfasilitasi dan mengarahkan siswa untuk belajar, memberikan arahan sesuai kisi-kisinya, serta membantu siswa apabila ada materi yang kurang dipahami.
“Kembali ke siswa yang kita bimbing, ingin berhasil atau tidak. Namun semua ini tidak akan dapat tercapai tanpa bantuan semua stakeholder, mulai dari sekolah, orang tuanya yang mendukung penuh hingga Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim”, pungkas Yudho. (rel)
Sahabat ...
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online www.aksarapradiva.com, update informasinya juga selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook dan Instagram ...
Kami juga memiliki Channel Youtube, Tiktok, untuk menyajikan informasi dalam format visual ...
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website media kami …








