Asal Muasal Nama Padang Buang Anak

Mak Dambe pun memagari anaknya dengan batu dan kayu, bermaksud agar anaknya tersebut tidak bisa merangkak kemana-mana sampai nantinya ia kembali setelah menemukan air. Kemudian Mak Dambe pun pergi menyusul kura-kura dan mengikutinya. Setelah berjalan sekian lama mengikuti kura-kura, bertemulah Mak Dambe dengan sebuah lembah yang berisi air.

Air di lembah tersebut ternyata keluar dari celah sebuah batu. Mak Dambe pun langsung mengisi batok (tempurung) kelapa yang dibawanya. Setelah membasuh mukanya dan minum sepuas-puasnya, Mak Dambe bermaksud kembali ke tempat anaknya tadi.

Dengan susah payah Mak Dambe berjalan, dan menjelang terbenam matahari barulah ia sampai di tempatnya meninggalkan anaknya tersebut. Tetapi alangkah terkejutnya Mak Dambe, karena anaknya yang ia tinggalkan tidak ada lagi di tempatnya tersebut. Sementara itu batu dan kayu yang memagari anaknya, sudah berserakan.

Sambil menangis Mak Dambe pun mencari anaknya kesana-kemari, namun anaknya tersebut tidak kunjung ia temui. Sampailah akhirnya ia melihat di dekat batu tersebut terdapat bekas jejak kaki binatang yang besar, serta tetesan darah yang sudah mengering.

Lalu Mak Dambe pun memutuskan untuk mengikuti jejak kaki binatang tersebut yang menuju ke arah Gunung Tajam. Namun malang baginya, hingga malam tiba Mak Dambe tidak berhasil menemukan anaknya. Kemudian Mak Dambe yang sedih dan kecewa, kembali pulang ke rumahnya di ladang (kebun) dengan bercucuran air mata serta rasa penyesalan yang amat sangat mendalam.

Sejak kejadian tersebut, maka tempat Mak Dambe meninggalkan anaknya tersebut dinamakan penduduk setempat dengan nama Padang Buang Anak. Hal ini karena penduduk setempat beranggapan jika Mak Dambe telah membuang anaknya yang masih bayi.

Cerita Rakyat Belitong ini meskipun hanya fiksi dan tidak bisa dipastikan kebenarannya, namun dapat dijadikan pembelajaran dalam hal menjaga anak. Selain itu, Cerita Rakyat Belitong ini dapat digunakan sebagai pengingat bagi anak cucu di masa mendatang. (***)

Sumber : Buku Sastra Lisan Bahasa Melayu Belitung
(Disadur dan diedit ulang kedalam Bahasa Indonesia)


Sahabat
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online www.aksarapradiva.com, update informasinya juga selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook dan Instagram

Kami juga memiliki Channel Youtube, Tiktok, untuk menyajikan informasi dalam format visual …
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website media kami …


Sahabat ...
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online www.aksarapradiva.com, update informasinya juga selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook dan Instagram ...

Kami juga memiliki Channel Youtube, Tiktok, untuk menyajikan informasi dalam format visual ...
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website media kami …