Ada Apa Dengan Sistim PPDB Online SMA Negeri 2 Tanjungpandan, Hingga Warga Ini Mempertanyakannya?

BELITUNG, aksarapradiva.com – Seorang warga mempertanyakan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online melalui jalur zonasi di SMA Negeri 2 Tanjungpandan. Pasalnya, ada siswa dari zonasi yang sama dengan nilai rendah serta jarak rumah lebih jauh, dinyatakan diterima di SMA Negeri 2 Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Perempuan dengan inisial Sel ini mempertanyakan hal tersebut berdasarkan data yang dimilikinya. Menurutnya, dari data tersebut diketahui masih ada siswa-siswa di jalur zonasi yang sama (zona 2), yang nilainya lebih tinggi serta jarak rumahnya lebih dekat, namun tidak diterima di SMA Negeri 2 Tanjungpandan tersebut.

Lebih lanjut Sel mengatakan, dari sejumlah siswa-siswa yang nilainya lebih tinggi serta jarak rumahnya lebih dekat dalam data PPDB online tersebut, salah seorangnya adalah adiknya sendiri yang juga mengikuti PPDB online melalui jalur zonasi 2 di SMA Negeri 2 Tanjungpandan. Namun setelah pengumuman pada tanggal 2 Juli 2024 kemarin, adiknya tersebut tidak diterima di SMA Negeri 2 Tanjungpandan.

“Hal ini wajar kita pertanyakan, masa’ ada yang siswa dengan nilai lebih rendah dan jarak rumahnya lebih jauh bisa diterima. Sementara masih ada siswa yang nilainya lebih tinggi serta jarak rumahnya juga lebih dekat, koq tidak diterima. Ini kan membuat kita curiga, ada apa dengan sistim PPDB di SMA 2 ini”, sebut Sel mengawali ceritanya kepada aksarapradiva.com, Rabu (03/07/2024).

Sebagai data pembanding, Sel mengutarakan data adiknya di PPDB online melalui jalur zonasi 2 tersebut. Sesuai data PPDB online tersebut, tercatat adiknya memiliki total nilai 79,178 serta jarak rumahnya 4,59 KM dengan status Tidak Diterima. Sementara itu ada siswa dengan total nilai 77,222 dan jarak rumahnya 6,74 tertulis dengan status Diterima.

“Coba abang liat data ini, aneh gak? ini kan melalui jalur zonasi. Koq bisa di zona yang sama, siswa dengan nilai lebih rendah serta jarak rumahnya lebih jauh yang diterima. Kasihan kan dengan nasib anak yang lain, yang nilainya lebih tinggi serta jaraknya lebih dekat”, papar Sel.

Sel juga mengatakan, adiknya tersebut mengikuti PPDB online di SMA Negeri 2 Tanjungpandan melalui jalur zonasi 2 sesuai dengan prosedur. Pada awalnya, memang di zonasi 2 tersebut, kuota yang diterima sebanyak 44 siswa. Kemudian ada penambahan kuota menjadi 53 siswa.

Permasalahan PPDB online melalui jalur zonasi yang dilaksanakan oleh salah satu SMA Negeri di Tanjungpandan ini, juga disikapi oleh salah seorang warga melalui postingan video di media sosial Facebook. Pria bernama panggilan Yoyon ini mengaku prihatin dengan sistim PPDB online saat ini, apalagi jika dilaksanakan diluar prosedur yang berlaku.

Dalam video tersebut Yoyon mengungkapkan dirinya mendapat temuan terkait dengan sistem PPDB online melalui jalur zonasi di salah satu SMA Negeri. Temuan tersebut menurut Yoyon, ada siswa dengan nilai tinggi dan jarak rumah lebih dekat tidak diterima. Namun sebaliknya ada siswa yang diterima, sementara nilainya rendah dan jarak rumahnya lebih jauh.

“Nilainya lumayan tinggi, sekitar 79 koma ke atas. Kedua, ada nama siswa yang nilai 77, zonanya di Amerika, rumahnya. Tapi dalam pengumumannya, yang nilai 79 dan zonanya dekat tidak masuk ke SMA, tapi yang zonanya jauh dan nilainya kecil, masuk di SMA. Bayangkanlah, ini seperti apa? orang tua sudah sibuk semuanya, mereka kebingungan mencari ada apa sebenarnya”, ungkap Yoyon dalam unggahan video tersebut, Rabu (03/07/2024).


Sahabat ...
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online www.aksarapradiva.com, update informasinya juga selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook dan Instagram ...

Kami juga memiliki Channel Youtube, Tiktok, untuk menyajikan informasi dalam format visual ...
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website media kami …