MUI Beltim Gelar KEKASIHQU, Edukasi Ibadah Qurban Secara Ilmiah Sesuai Tuntunan Syariat

BELITUNG TIMUR, aksarapradiva.com – Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Belitung Timur (MUI Beltim), Minggu 25 Mei 2025, menggelar Kajian Edukasi Ibadah Qurban (KEKASIHQU) di Masjid Al Ikhlas Kampong Gunong, Desa Lalang Jaya, Kecamatan Manggar, Kabupaten Beltim.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 11.30 WIB ini diikuti para ketua dan pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se-Kecamatan Manggar. Acara tersebut mengangkat tema kajian yakni Fatwa MUI tentang qurban, dan Manajemen Panitia Qurban.

Setelah dibuka oleh Master of Ceremony (MC), acara KEKASIHQU tersebut diawali dengan pembacaan do’a oleh Wakil Ketua MUI Beltim, KH Miftah Suhni, A.Md.

Dalam sambutannya, Ketua Umum MUI Beltim, KH Suyatno Taslim, S.Ag menekankan pentingnya melaksanakan ibadah qurban dengan pemahaman yang benar. Karena ibadah qurban bukan hanya sekedar ritual tahunan, tapi manifestasi profesionalisme, keteladanan sosial dan kepatuhan pada syariat.

“Qurban bukan sekadar ritual tahunan. Ibadah ini harus dijalankan berdasarkan ilmu, agar benar-benar sesuai syariat dan berdampak maslahat”, ujar KH Suyatno.

KH Suyatno mengungkapkan bahwa kajian KEKASIHQU tersebut merupakan inisiatif cepat MUI Beltim, pasca pengukuhan kepengurusan yang baru pada tanggal 1 Mei 2025 lalu. KEKASIHQU menjadi langkah awal pembinaan umat dengan sinergi antar komisi dalam kepengurusan MUI Beltim, yang didukung narasumber berkompeten.

“Komisi Pengkajian dan Komisi Fatwa, didukung oleh komisi lainnya, langsung bergerak melaksanakan kegiatan ini sebagai bentuk pelayanan keumatan”, ungkap KH Suyatno.

Menurut KH Suyatno, langkah tersebut merupakan pembuktian dari komitmen MUI Beltim untuk hadir lebih dekat dan aktif membina umat secara ilmiah, solutif, sesuai syariat, dan berorientasi pada kebutuhan umat.

“InShaaAllah ke depan, KEKASIHQU akan diperluas ke kecamatan-kecamatan lain di Belitung Timur, seperti Damar, Kampit, Gantung, Simpang Renggiang, Simpang Pesak, dan Dendang”, beber KH Suyatno.

Lebih lanjut KH Suyatno mengajak para peserta KEKASIHQU untuk langsung mengamalkan ilmu yang telah diperoleh dalam kegiatan tersebut.

“Silahkan mulai diterapkan di masjid masing-masing. Kalau tahun ini belum bisa semuanya, amalkan sebagian dulu. Kita terus berproses memperbaiki manajemen qurban dari tahun ke tahun”, tukas KH Suyatno.

Sementara itu narasumber acara KEKASIHQU dari Syiar Sembelih Halal Bangka Belitung (SYIBILAL Babel), Hanafi Halil Abdul Khalik, SE, M.Si, CGAE dalam materinya memaparkan Manajemen Panitia Qurban.

Pria yang menjabat Ketua Rumah Qur’an Kampong Gunong ini menjelaskan secara detil konsep manajamen praktis yang sangat aplikatif dan mudah digunakan untuk membantu tugas panitia qurban di Masjid.

“Ilmu manajemen yang kami bahas hari ini adalah manajemen praktis. Artinya, bisa langsung dipakai untuk merancang dan menjalankan tugas-tugas panitia qurban”, sebut Hanafi yang juga seorang akuntan media ini.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Hanafi juga membagikan contoh kertas kerja panitia qurban sebagai bahan rujukan. Kertas kerja ini mencakup struktur organisasi panitia, alur kerja, pembagian tugas, hingga sistem dokumentasi keuangan dan pelaporan.

“Contoh kertas kerja ini bisa disesuaikan dan diterapkan di masjid masing-masing. InShaaAllah akan kami bagikan seluruh materi beserta format dokumennya melalui WAG peserta KEKASIHQU”, kata Hanafi.

Selain membahas Manajemen Panitia Qurban, Hanafi juga menjelaskan kaidah fiqih penyembelihan yang wajib dipahami oleh panitia dan penyembelih.

“Ada dua kompetensi penting bagi penyembelih, yakni penguasaan fiqih dan keterampilan teknis dalam proses penyembelihan”, jelas Hanafi.

Hanafi juga memberikan materi pengenalan alat-alat sembelih kepada para peserta KEKASIHQU, baik itu jenis bilah pisau berdasarkan bahan, fungsi, dan cara perawatannya.

“KEKASIHQU menjadi momentum penting dalam membangun budaya ibadah qurban yang tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga terkelola dengan manajemen yang baik dan profesional”, pungkas Hanafi.

Acara KEKASIHQU yang digelar MUI Beltim tersebut diikuti para peserta dengan antusias dan penuh semangat dalam menyimak materi yang disampaikan oleh narasumber.

Bahkan, peserta juga aktif dalam sesi tanya jawab, mengangkat berbagai persolan praktis yang sering terjadi dalam pelaksanaan qurban, termasuk teknis distribusi, pengelolaan dana, hingga permasalahan fiqih tertentu. (rel)


Sahabat ...
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online www.aksarapradiva.com, update informasinya juga selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook dan Instagram ...

Kami juga memiliki Channel Youtube, Tiktok, untuk menyajikan informasi dalam format visual ...
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website media kami …

News Feed