Dari hasil penelusuran yang dilakukan oleh Dokter Spesialis Patologi Klinik bersama DPJP (Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi), didapatkan data bahwa :
- Prosedur tindakan pengambilan sampel darah, pengelolaan sampel, pemberian transfusi darah, pemantauan transfusi sudah sesuai dengan prosedur.
- Berdasarkan literatur ilmiah, terjadinya perubahan golongan darah ABO pada pasien bisa diakibatkan oleh infeksi.
a. Saat infeksi terjadi, bakteri mengeluarkan enzim ke dalam sirkulasi darah yang mengubah antigen A menjadi antigen B, sehingga pada pemeriksaan golongan darah terbaca golongan darah B. Pada kondisi ini jika infeksi sudah teratasi maka golongan darah akan kembali menjadi golongan darah A.
b. Kondisi penyakit yang mengakibatkan kelemahan antigen ABO dalam mengekspresikan golongan darah contoh: pada kondisi thalasemia.
c. Kanker. Kejadian perubahan golongan darah ini sangat jarang terjadi.
d. Pasien adalah penderita hepatitis B stadium terminal. Pada kondisi ini terjadi gangguan di liver/hati yang mengakibatkan terjadinya gangguan pembekuan darah dan penurunan jumlah trombosit, sehingga pasien sangat mudah sekali terjadi perdarahan diseluruh tubuh, baik di jaringan maupun di organ-organ berongga. Memar yang terjadi pada kulit pasien terjadi akibat adanya penurunan jumlah trombosit yang sangat berat dan gangguan pembekuan darah tersebut. Pasien tersebut telah diberikan pengobatan dan perawatan yang optimal sesuai prosedur yang ditetapkan;
e. Reaksi transfusi pemberian golongan darah yang berbeda akan menimbulkan reaksi transfusi berat dalam jangka waktu yang sangat pendek. Reaksi transfusi berat menyebabkan terjadinya syok dan kematian yang sangat cepat.
f. Dokter penanggung jawab menyarankan kepada pasien dan keluarga agar pasien dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti perubahan golongan darah tersebut ke rumah sakit rujukan Tipe A yang memiliki ahli darah dan alat yang lebih lengkap, jika kondisi pasien stabil. Keluarga menolak untuk dirujuk dan keluarga berharap pasien tetap mendapatkan perawatan secara optimal di RSUD Marsidi Judono Kabupaten Belitung.
Rekomendasi dokter penanggung jawab untuk tindak lanjut selama perawatan pasien yaitu pemberian terapi obat-obatan, pemenuhan nutrisi yang adekuat, pemantauan tanda-tanda vital secara berkala, pemantauan tanda-tanda perdarahan, dan pemenuhan keseimbangan elektrolit. Namun pada tanggal 17 Februari 2025 sekira pukul 07.58 WIB, pasien dinyatakan meninggal dunia.
Langkah-Langkah Yang Sudah Dilakukan
- Pada tanggal 14 Februari 2025, dokter penanggung jawab pasien (DPJP) telah memberikan komunikasi informasi dan edukasi kepada keluarga pasien (suami, anak, dan adik pasien) mengenai kondisi penyakit pasien, kemungkinan penyebab dan rencana tindak lanjut.
- Pada tanggal 16 Februari 2025, DPJP bersama Dokter Spesialis Patologi Klinik, Direktur, Kabag Tata Usaha, Kabid Pelayanan, Dokter Jaga Ruangan, dan Kepala Ruang Rukam memberikan komunikasi informasi dan edukasi kepada keluarga pasien (suami, anak, adik pasien, adik ipar pasien) mengenai kondisi penyakit pasien, kemungkinan penyebab dan rencana tindak lanjut.
- Melakukan intervensi/pengawasan klinis dan keperawatan yang adekuat terhadap kondisi klinis kesehatan pasien oleh petugas jaga dan dilaporkan kepada DPJP.
- Rapat internal dengan unit terkait, pokja akreditasi, terkait kasus ini dan rencana tindak lanjut.
Saran dan Rekomendasi
- Mereview kembali Standar Prosedur Operasional (SPO) pengambilan sampel darah dan pemberian transfusi darah, serta segera mensosialisasikan jika ada perubahan dan memastikan SPO dapat berjalan dengan baik pada seluruh petugas di pelayanan.
- Mewujudkan mutu dan keselamatan dan memudahkan akses penyerahan sampel darah dan pengambilan/penyimpanan darah pasien pihak, rumah sakit segera menyediakan dan mengaktifkan pelayanan Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) beserta alat croosmatch dengan memenuhi standar sarana dan prasarana pelayanan bank darah.
- Rapat koordinasi dan evaluasi antara rumah sakit dengan UTD PMI Kabupaten Belitung sehingga dapat langsung melakukan perbaikan sesuai dengan kebutuhan pelayanan.
Ditambahkan dr Ratih, mengikuti perkembangan pelayanan masyarakat saat ini, Unit Pelaksana Teknis (UPT) RSUD Marsidi Judono dituntut untuk selalu melakukan perubahan, agar pelayanan itu dapat sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat.
Dalam hal ini standar pelayanan harus diutamakan, dilakukan evaluasi secara berkesinambungan dan melakukan mitigasi risiko pelayanan terhadap hal yang akan berdampak terhadap petugas kesehatan, pasien, dan keluarga pasien.
UPT RSUD Marsidi Judono dan seluruh jajaran serta pegawai yang bertugas, akan berkomitmen dalam menjalankan pelayanan sesuai dengan visi dan misi serta motto rumah sakit yang menjadikan Rumah Sakit Marsidi Judono ini sebagai rumah sakit kebanggaan urang Belitong”, pungkas dr Ratih. (red)
Editor : Yudi AB
Sahabat …
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online www.aksarapradiva.com, update informasinya juga selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook dan Instagram …
Kami juga memiliki Channel Youtube, Tiktok, untuk menyajikan informasi dalam format visual …
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website media kami …
Sahabat ...
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online www.aksarapradiva.com, update informasinya juga selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook dan Instagram ...
Kami juga memiliki Channel Youtube, Tiktok, untuk menyajikan informasi dalam format visual ...
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website media kami …








