Kisah Pulau Pandan, Karamnya Kapal Kerajaan Palanipa

Bekas-bekas yang masih ada dan dapat diketemukan di Pulau Pandan itu sampai sekarang selain yang disebutkan di atas, ada berupa bekas telapak kaki kanan, hanya sayangnya karena telah dimakan waktu tidak seberapa jelas lagi seperti dahulu yang menurut perkiraan adalah bekas telapak kaki raja tersebut. Sedangkan bekas tali sauhnya sepanjang lebih kurang 40 meter terbentang di atas batu karang yang menghampar di situ masih tampak dengan jelas.

ltulah sebabnya menurut pendapat sebagian masyarakat, ada yang mengatakan bahwa pada zaman itu batu-batu itu sifatnya masih lunak sehingga apa yang terletak atau menimpanya masih tetap berbekas sampai sekarang. Demikianlah sama halnya seperti batu bertulis, relif atau ukiran-ukiran dari batu sehingga mudah dikerjakan orang. Ada pula sebagian berpendapat bahwa bekas-bekas yang masih nyata pada batu-batu sampai sekarang disebabkan kesaktian orang-orang zaman dahulu.

Menurut kepercayaan orang-orang di daerah itu, Juragan (Daeng Kasma) tersebut beserta anak buah kapalnya sampai sekarang masih ada dan berdiam di situ berupa makhluk halus dan tempat kediamannya itu disebut Pulau Batu Berdaun.

Keadaan Pulau Pandan itu luasnya lebih kurang setengah hektar atau 5000 m2 yang sebagian besar terdiri dari batu karang dan sebagian lagi ditumbuhi oleh tumbuh-tumbuhan pantai seperti pohon bakau dan sebagainya. Dengan pantai Pulau Belitong hanya dipisahkan oleh sebuah selat sejauh lebih kurang 10 meter, sehingga apabila air surut dapat dilalui dengan berjalan kaki dan kalau air sedang pasang penuh, dalam airnya hanya satu meter.

Pada zaman penjajahan Jepang, pulau ini dijadikan oleh Jepang sebagai tempat persembunyian tentaranya, mempergunakannya untuk mengamati kapal-kapal patroli Belanda yang berlayar di Laut Jawa. Di sana dibangunnya beberapa buah bangunan atau rumah tempat istirahat, namun sekarang tidak diketemukan lagi bekas-bekasnya. (***)

Sumber : Buku Sastra Lisan Bahasa Melayu Belitung
(Disadur dan diedit ulang kedalam Bahasa Indonesia)


Sahabat
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online www.aksarapradiva.com, update informasinya juga selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook dan Instagram

Kami juga memiliki Channel Youtube, Tiktok, untuk menyajikan informasi dalam format visual …
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website media kami …


Sahabat ...
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online www.aksarapradiva.com, update informasinya juga selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook dan Instagram ...

Kami juga memiliki Channel Youtube, Tiktok, untuk menyajikan informasi dalam format visual ...
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website media kami …