BELITUNG TIMUR, aksarapradiva.com – Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Sekda Pemkab Beltim) Mathur Noviansyah, Selasa (6 Agustus 2024), membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Penyelenggaraan Reforma Agraria bertempat di Ruang Pertemuan Hotel Guess Manggar, Kabupaten Beltim.
Rakor yang digelar Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Beltim tersebut mengusung tema Inventarisasi Potensi Tanah Objek Reformasi Agraria (TORA) dalam Rangka Penataan Aset dan Penanganan Akses yang bersumber dari Pelepasan Kawasan Hutan melalui Program Reforma Agraria.
Hadir dalam pembukaan Rakor Penyelenggaraan Reforma Agraria tersebut, perwakilan Polres Beltim, Kejaksaan Negeri Beltim, hingga pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait permasalahan pertanahan.
Dalam sambutannya, Mathur mengatakan Rakor Penyelenggaraan Reforma Agraria merupakan salah satu tahapan dari Kegiatan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2023 tentang Percepatan Pelaksanaan Reforma Agraria.
“Selain sebagai sarana untuk meningkatkan sinergisitas dan koordinasi, rapat yang kita laksanakan hari ini juga merupakan forum untuk kita melakukan evaluasi serta kajian terhadap berbagai keberhasilan, kegagalan, kelemahan, tantangan serta peluang dalam melaksanakan tugas Tim Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Beltim”, kata Mathur.
Mathur menyatakan pelaksanaan inventarisasi potensi TORA dari pelepasan kawasan hutan merupakan langkah strategis yang memerlukan perhatian dan dukungan penuh dari semua pihak. Di mana inventarisasi potensi TORA memerlukan data yang akurat dan komprehensif.
“Untuk itu saya minta untuk memastikan semua informasi terkait lahan yang akan dilepaskan, termasuk status kepemilikan, kondisi fisik, dan potensi penggunaannya, tercatat dengan benar. Keakuratan data ini sangat penting untuk menghindari masalah di kemudian hari”, tegas Mathur.
Rakor tersebut diharapkan dapat menjadi ajang diskusi yang produktif dan kolaboratif. Selain itu pula dapat menyatukan pendapat, data dan rencana yang akan dilaksanakan dalam mewujudkan tercapainya tujuan reforma agraria yang berkeadilan untuk masyarakat.
“Semoga permasalahan-permasalahan terkait pertanahan yang ada, dapat kita atasi dengan baik, jangan sampai konflik agraria yang terjadi di daerah lain juga muncul di daerah kita”, harap Mathur.
Sebagai tim yang diberikan amanah untuk menjalankan tugas besar ini, Mathur juga berharap kepada semua yang terlibat bisa bekerjasama dalam memastikan program tersebut dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuannya.
“Mengingat tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama mereka yang paling membutuhkan, kita harus memastikan bahwa tanah yang dilepaskan nantinya benar-benar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat”, pungkas Mathur. (rel)
Editor : Yudi AB
Sahabat …
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online www.aksarapradiva.com, update informasinya juga selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook dan Instagram …
Kami juga memiliki Channel Youtube, Tiktok, untuk menyajikan informasi dalam format visual …
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website media kami …
Sahabat ...
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online www.aksarapradiva.com, update informasinya juga selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook dan Instagram ...
Kami juga memiliki Channel Youtube, Tiktok, untuk menyajikan informasi dalam format visual ...
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website media kami …








