BELITUNG, aksarapradiva.com – Perayaan Cap Go Meh di Kelenteng Sijuk, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Sabtu malam 15 Februari 2025, berlangsung meriah. Tampak ratusan lampu lampion yang berkilauan dihiasi dengan berbagai pernak-pernik Imlek, menyambut kedatangan para pengunjung.
Perayaan Cap Go Meh ini merupakan puncak dari rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek bagi masyarakat etnis Tionghoa. Cap Go Meh sendiri artinya Malam Purnama pertama pada Tahun Baru Imlek, yang sudah menjadi tradisi dan berkembang sejak zaman Dinasti Han pada abad ke-17.
Awalnya, Cap Go Meh ini merupakan ritual penghormatan kepada Dewa Thai Yi di lingkungan istana. Kemudian perlahan mulai berkembang dan dikenal masyarakat luas setelah berakhirnya Dinasti Han.
- BACA JUGA: Sebanyak 347 Atlet Ikuti Open Tournament dan Festival Karate Laskar Pelangi se-Bangka Belitung
Ayie Gardiansyah, mewakili Ketua Kelenteng Sijuk Dedy Harnandi, menjelaskan bahwa Cap Go Meh ini dilaksanakan dalam suasana Tahun Baru Imlek, yang melibatkan masyarakat Tionghoa dan non-Tionghoa di Kabupaten Belitung.
“Cap Go Meh merupakan penutupan dari seluruh rangkaian perayaan Imlek dan menjadi awal kehidupan baru sesuai dengan kalender shio China. Perayaan kali ini dihadiri lebih dari seribu tamu”, sebut Ayie kepada insan pewarta.
Kelenteng Sijuk ini sudah berdiri sejak 1815, namun baru resmi dibentuk pada November 2023 lalu. Selain sebagai tempat ibadah, Kelenteng Sijuk juga saat ini sedang dalam proses membangun pagoda yang akan menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
- BACA JUGA: Camat Tanjungpandan Berharap Setengah Dari Jumlah Usulan Dalam Musrenbang Dapat Diakomodir
“Kelenteng ini juga berencana menyediakan fasilitas penginapan bagi para pengunjung yang ingin merasakan pengalaman bermalam di tempat ini”, kata Ayie.
Ayie juga berharap dengan perayaan Cap Go Meh yang dimeriahkan hiburan musik etnis Tionghoa, lagu-lagu yang dibawakan penyanyi, serta meriahnya kembang api tersebut, dapat mempererat hubungan antar etnis dan menciptakan keharmonisan dalam beribadah dan beragama.
Dengan perpaduan budaya yang kental, perayaan Cap Go Meh di Belitung tidak hanya menjadi ajang spiritual, tetapi juga kesempatan bagi masyarakat untuk mempererat persaudaraan dan menciptakan kebersamaan yang lebih erat di tengah keberagaman. (red)
Editor : Yudi AB
Sahabat ...
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online www.aksarapradiva.com, update informasinya juga selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook dan Instagram ...
Kami juga memiliki Channel Youtube, Tiktok, untuk menyajikan informasi dalam format visual ...
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website media kami …








