BELITUNG, aksarapradiva.com – Masyarakat penambang timah di Kabupaten Belitung dalam beberapa hari belakangan ini mengeluhkan sulitnya untuk menjual hasil tambangnya, dikarenakan para kolektor timah tidak ada yang menerima. Kalau pun ada, itu pun harus dilakukan secara sembunyi-sembunyi atau main kucing-kucingan untuk menghindari aparat penegak hukum.
Kesulitan untuk menjual hasil tambang timah ini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat, karena hal tersebut berkaitan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat. Permasalahan lainnya yang menjadi penyebab sulitnya para penambang untuk menjual hasil timahnya, karena kebanyakan masyarakat yang menambang di luar Izin Usaha Pertambangan (IUP).
Melihat kondisi yang sudah meresahkan masyarakat khususnya di kalangan para penambang tersebut, Pasangan Calon Hendra Caya (Mantan Sekda Belitung) selaku Calon Bupati Belitung dan Sylpana (Mantan Anggota DPRD Belitung) selaku Calon Wakil Bupati Belitung, langsung mengambil sikap dan menjamin untuk memberikan kepastian hukum bagi para penambang timah.
Humas Tim Pemenangan InSyaaAllah Berhasyl, Lukman Hidayat (Dayat) kepada insan media mengatakan, Pasangan Calon (Paslon) Hendra Caya dan Sylpana dengan jargon InSyaaAllah Berhasyl akan membenahi carut marutnya persoalan tambang rakyat di Kabupaten Belitung, dengan cara memberikan kepastian hukum agar para penambang tenang dalam mengais rezeki.
“InSyaaAllah ke depannya nanti, jika Pasangan Calon Hendra Caya dan Sylpana diberikan amanah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Belitung terpilih, kita akan dorong pemerintah pusat untuk menetapkan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), biar nanti pemerintah provinsi bisa menerbitkan izin Pertambangan Rakyat (IPR)”, sebut Dayat, Rabu 18 September 2024.
“Nah, nantinya yang akan mengelola IPR ini adalah koperasi atau BUMDes, yang akan bekerjasama dengan pihak swasta, jadi ke depannya meja-meja goyang ini akan berada di bawah naungan koperasi sebagai anggota, atau di bawah naungan BUMDes. Dengan skema seperti ini, semua masyarakat bisa bekerja dengan tenang”, tambah Dayat.
- BACA JUGA: Tim Pemenangan Pasangan Calon InSyaaAllah Berhasyl Didominasi Politisi Babel dan Belitung
Diakui Dayat, saat ini memang Kabupaten Belitung sedang memprioritaskan atau menggalakkan sektor pariwisata. Namun hal tersebut belum bisa dilakukan secara langsung atau 100 persen meninggalkan sektor tambang.
Menurut Dayat, saat ini yang dibutuhkan yaitu bagaimana mengaturnya supaya segala aspek penunjang ekonomi masyarakat bisa berjalan. Sehingga nantinya sektor pertambangan tersebut secara berangsur-angsur akan beralih ke sektor lainnya seperti pariwisata, perkebunan, perikanan dan kelautan.
“Kita memang fokus pariwisata, tapi kita tidak bisa juga meninggalkan pertambangan rakyat. Ke depan nanti kita juga minta kepada pemilik IUP, baik itu swasta atau pun BUMN dalam hal ini PT Timah, agar memberikan kelonggaran kepada masyarakat yang ingin menambang di dalam IUP mereka. Nanti akan kita buatkan beberapa koperasi yang menjadi mitra mereka, biar ke depannya ada kepastian hukum soal tambang rakyat ini”, pungkas Dayat. (rel)
Editor : Yudi AB
Sahabat …
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online www.aksarapradiva.com, update informasinya juga selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook dan Instagram …
Kami juga memiliki Channel Youtube, Tiktok, untuk menyajikan informasi dalam format visual …
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website media kami …
Sahabat ...
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online www.aksarapradiva.com, update informasinya juga selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook dan Instagram ...
Kami juga memiliki Channel Youtube, Tiktok, untuk menyajikan informasi dalam format visual ...
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website media kami …













